alexametrics

Selandia Baru Apresiasi Dukungan Indonesia

loading...
Selandia Baru Apresiasi Dukungan Indonesia
Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters dan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK). Foto/Dok. Kemlu
A+ A-
JAKARTA - Selandia Baru menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan disaat masa-masa sulit. Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters, saat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) di Jakarta.

Berbicara saat konferensi pers dengan JK, Winston mengawali pernyataan dengan mengucapkan belasungkawa kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban tewas dalam serangan teroris di Christchurch pekan lalu.

"Di Selandia Baru kami menggunakan semua utilitas untuk mendukung semua keluarga (korban). Tapi, kesempatan untuk datang ke Indonesia juga saya manfaatkan untuk menyampaikan penghargaan kami atas dukungan yang telah diberikan Indonesia kepada kami di saat yang sangat sulit ini," ucap Winston, Jakarta, Rabu (20/3/2019).



Ia kemudian mengatakan bahwa sangat penting di seluruh dunia memahami bahwa hanya dengan toleransi dan pengertian serta kelayakan kita dapat bergerak maju.

"Di kesempatan ini saya juga menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu kami menghentikan aktifitas parlemen setelah satu jam perdebatan dalam memberikan penghormatan kepada para korban tewas dan yang terluka parah di rumah sakit," ungkapnya.

Winston menambahkan akan ada acara di Selandia Baru dalam beberapa hari mendatang untuk melakukan refleksi tentang apa yang terjadi. Kemudian akan ada peringatan untuk para korban pada pekan depan, segera setelah pihaknya dapat memastikan bahwa semua jenazah telah diserahkan ke keluarga mereka.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak