PM Pakistan Kecam Menterinya Sendiri karena Menghina Umat Hindu

Selasa, 05 Maret 2019 - 12:03 WIB
PM Pakistan Kecam Menterinya...
PM Pakistan Kecam Menterinya Sendiri karena Menghina Umat Hindu
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan melalui asisten khususnya mengecam menteri kabinetnya sendiri lantaran menghina umat Hindu. Menteri itu menyebut orang-orang Hindu sebagai penyembah berhala dan peminum urine sapi.

Menteri Informasi dan Kebudayaan Punjab Fayyazul Hassan Chohan melontarkan penghinaan itu dalam sebuah konferensi pers bulan lalu. Dia pun menjadi sasaran kecaman keras oleh anggota senior partainya, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), yang merupakan partai berkuasa.

Menteri Chohan, seperti dikutip kantor berita Samaa, menyebut orang-orang Hindu sebagai "orang peminum urine sapi".

"Kami adalah Muslim dan kami memiliki bendera, bendera keberanian Maula Alia, dan bendera keberanian Hazrat Umara. Anda tidak memiliki bendera itu; bendera itu tidak ada di tangan Anda," kata menteri tersebut, yang dilansir NDTV, Selasa (5/3/2019).

"Jangan beroperasi di bawah khayalan bahwa Anda tujuh kali lebih baik dari kami. Apa yang kami miliki, Anda tidak bisa miliki, Anda para penyembah berhala," lanjut Chohan yang video rekaman dari komentarnya itu viral di media sosial.

Pernyataan Chohan itu viral di saat ketegangan India dan Pakistan sedang memanas setelah serangan teror Pulwama di Jammu dan Kashmir oleh kelompok militan Jaish-e-Mohammed yang merenggut nyawa lebih dari 40 polisi paramiliter India.

Menanggapi serangan verbal terhadap kelompok minoritas Hindu, Menteri Hak Asasi Manusia Shireen Mazari mengecam keras pernyataan Chohan. "Tidak ada yang memiliki hak untuk menyerang agama orang lain. Warga Hindu kami juga telah berkorban untuk negara. Pesan Perdana Menteri kami selalu bertoleransi dan saling menghormati dan kami tidak bisa memaafkan segala bentuk kefanatikan atau penyebaran kebencian agama," kata Mazari.

Kecaman PM Imran Khan disampaikan oleh Asisten Khusus Perdana Menteri untuk Urusan Politik Naeemul Haque melalui Twitter. "Pernyataan penghinaan terhadap komunitas Hindu oleh Fayyaz Chohan, Menteri Punjab (Pakistan) menuntut tindakan tegas. Pemerintah PTI tidak akan mentoleransi omong kosong ini dari anggota senior pemerintah atau dari siapa pun. Tindakan akan diambil setelah berkonsultasi dengan Ketua Menteri," tulis dia.

Menteri Keuangan Asad Umar juga mengatakan bahwa bendera Pakistan tidak hanya hijau dan tidak lengkap tanpa putih yang mewakili minoritas. "Umat Hindu Pakistan adalah bagian dari tatanan bangsa seperti halnya saya. Ingat seluruh perjuangan Quaide Azam adalah untuk sebuah negara yang bebas dari diskriminasi," kata Umar.

Kolumnis ternama Pakistan, Mehr Tarar, melalui Twitter mendesak Menteri Chohan mengundurkan diri. Dia juga menuntut permintaan maaf tanpa syarat dari Chohan.

Menurut laporan media lokal, setidaknya 1,6 persen dari populasi Pakistan adalah warga Hindu dan Hindu adalah agama terbesar kedua di Pakistan setelah Islam. Pemerintah PTI sendiri memiliki setidaknya tujuh anggota Majelis Nasional atau Parlemen dari komunitas Hindu dan empat anggota minoritas Hindu di Majelis Punjab.
(mas)
Berita Terkait
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Pakistan-India Bertukar...
Pakistan-India Bertukar Daftar Tahanan dan Aset Nuklir
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
Nasib Umat Muslim di...
Nasib Umat Muslim di India ketika Konflik Kashmir Memanas, Diteriaki Pengkhianat dan Diusir dari Tanah Kelahirannya
Pakistan Tuding India...
Pakistan Tuding India Berencana Melancarkan Serangan dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
2 jam yang lalu
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
3 jam yang lalu
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
4 jam yang lalu
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
5 jam yang lalu
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
6 jam yang lalu
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
7 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved