Israel Dikabarkan Mundur dari Rencana Serangan Besar-besaran di Rafah

Kamis, 23 Mei 2024 - 18:45 WIB
loading...
Israel Dikabarkan Mundur...
Orang-orang melihat warga Palestina memeriksa perahu-perahu yang rusak akibat tembakan Israel, di Rafah, selatan Jalur Gaza, 22 Mei 2024. Foto/REUTERS/Hatem Khaled
A A A
RAFAH - Para pejabat Israel dilaporkan telah membatalkan rencana serangan darat besar-besaran di Rafah.

Menurut sejumlah sumber, Israel akan menenangkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan membatasi operasi pada serangan yang dirancang untuk memusnahkan benteng terakhir Hamas di Gaza, tanpa meningkatkan krisis kemanusiaan.

“Saya pikir adil untuk mengatakan Israel telah memperbarui rencana mereka,” ujar seorang pejabat senior AS kepada wartawan pada Selasa (21/5/2024).

Dia menjelaskan, “Mereka telah memasukkan banyak kekhawatiran yang telah kami ungkapkan.”

Pejabat pemerintah tersebut berbicara tanpa menyebut nama setelah kunjungan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan ke Israel pada Minggu.

Biden telah berulang kali memperingatkan terhadap serangan besar-besaran di Rafah, tempat lebih dari 1 juta warga Gaza mengungsi setelah lingkungan mereka diratakan oleh pemboman Israel di daerah kantong Palestina.

Presiden AS awal bulan ini mengancam akan menghentikan beberapa pengiriman senjata Amerika ke Israel jika invasi Rafah berjalan sesuai rencana.

Pembicaraan Sullivan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya membuahkan hasil.

“Ini adalah diskusi yang sedang berlangsung, pembicaraan yang sedang berlangsung,” ujar pejabat AS itu. “Ini konstruktif.”

Baca juga: Presiden Kolombia Perintahkan Pembukaan Kedutaan Besar di Wilayah Palestina

Netanyahu telah berjanji terus melanjutkan upayanya untuk menghancurkan Hamas, terlepas dari tekanan AS dan protes internasional atas jatuhnya korban sipil di Gaza.

Dia berpendapat pada Maret bahwa Israel tidak dapat memenangkan perang tanpa melenyapkan batalyon Hamas di Rafah.

Netanyahu juga mengklaim pasukan Israel telah memusnahkan 19 dari 24 batalyon Hamas di Gaza.

Namun, para pejabat AS mengatakan kepada Politico bahwa hanya sekitar sepertiga pejuang Hamas yang terbunuh sejak perang dimulai pada Oktober, dan sekitar 65% terowongan kelompok pejuang tersebut masih utuh.

Hamas juga telah merekrut ribuan anggota baru di tengah pertempuran dengan Israel

Lebih dari 800.000 pengungsi Palestina telah meninggalkan Rafah, dekat perbatasan Gaza dengan Mesir, sejak pasukan Israel mulai melancarkan serangan yang ditargetkan di kota tersebut awal bulan ini, menurut perkiraan PBB.

Pasukan Israel mengeluarkan perintah evakuasi di sebagian Rafah, memaksa warga sipil mengungsi ke daerah yang dipenuhi puing-puing yang sebelumnya dibom.

Ketika ditanya apakah revisi rencana Israel akan menyelesaikan masalah yang diangkat Biden, pejabat AS mengatakan rezim Zionis berada di jalur yang benar.

“Saya harus mengatakannya setelah keluar dari Israel beberapa hari terakhir ini, cukup jelas bahwa Israel menanggapi kekhawatiran tersebut dengan serius,” ungkap dia.

Israel telah membunuh lebih dari 35.000 orang di Gaza sejak konflik dimulai, menurut otoritas kesehatan setempat.

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional pekan ini menyerukan penangkapan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved