Iran Gantung 7 Orang, Termasuk 2 Wanita, dalam Sehari
Minggu, 19 Mei 2024 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, IHR mengatakan seorang anggota komunitas Yahudi di Iran, yang jumlahnya berkurang drastis dalam beberapa tahun terakhir namun masih menjadi komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah di luar Israel, berada dalam risiko eksekusi atas tuduhan pembunuhan.
Arvin Ghahremani (20), dihukum mati karena pembunuhan dalam perkelahian jalanan ketika dia berusia 18 tahun dan dijadwalkan akan dieksekusi di kota barat Kermanshah pada hari Senin.
Menurut IHR, pihaknya telah menerima pesan audio dari ibunya, Sonia Saadati, yang meminta hukuman mati dihindarkan.
Keluarganya berupaya meminta keluarga korban untuk membatalkan eksekusi sesuai dengan hukum retribusi Islam, atau qisas.
Yang juga berisiko dieksekusi adalah Kamran Sheikheh, anggota terakhir dari tujuh pria Kurdi Iran yang masih hidup yang pertama kali ditangkap antara awal Desember 2009 hingga akhir Januari 2010 dan kemudian dijatuhi hukuman mati karena “korupsi di Bumi” atas dugaan keanggotaan kelompok ekstremis.
Enam orang yang dihukum dalam kasus yang sama telah dieksekusi dalam beberapa bulan terakhir, hampir satu setengah dekade setelah penangkapan pertama mereka, yang terakhir adalah Khosro Besharat yang digantung di penjara Ghezel Hesar di luar Teheran minggu ini.
Sementara itu, ada kecaman internasional atas hukuman mati yang dijatuhkan pada rapper Iran; Toomaj Salehi, bulan lalu, yang dipandang oleh para aktivis sebagai pembalasan atas musiknya yang mendukung protes tahun 2022. Pengacaranya mengajukan banding atas putusan tersebut.
Arvin Ghahremani (20), dihukum mati karena pembunuhan dalam perkelahian jalanan ketika dia berusia 18 tahun dan dijadwalkan akan dieksekusi di kota barat Kermanshah pada hari Senin.
Menurut IHR, pihaknya telah menerima pesan audio dari ibunya, Sonia Saadati, yang meminta hukuman mati dihindarkan.
Keluarganya berupaya meminta keluarga korban untuk membatalkan eksekusi sesuai dengan hukum retribusi Islam, atau qisas.
Yang juga berisiko dieksekusi adalah Kamran Sheikheh, anggota terakhir dari tujuh pria Kurdi Iran yang masih hidup yang pertama kali ditangkap antara awal Desember 2009 hingga akhir Januari 2010 dan kemudian dijatuhi hukuman mati karena “korupsi di Bumi” atas dugaan keanggotaan kelompok ekstremis.
Enam orang yang dihukum dalam kasus yang sama telah dieksekusi dalam beberapa bulan terakhir, hampir satu setengah dekade setelah penangkapan pertama mereka, yang terakhir adalah Khosro Besharat yang digantung di penjara Ghezel Hesar di luar Teheran minggu ini.
Sementara itu, ada kecaman internasional atas hukuman mati yang dijatuhkan pada rapper Iran; Toomaj Salehi, bulan lalu, yang dipandang oleh para aktivis sebagai pembalasan atas musiknya yang mendukung protes tahun 2022. Pengacaranya mengajukan banding atas putusan tersebut.
(mas)
Lihat Juga :