Iran Gantung 7 Orang, Termasuk 2 Wanita, dalam Sehari
Minggu, 19 Mei 2024 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Iran tercatat melakukan lebih banyak eksekusi terhadap perempuan dibandingkan negara lain. Para aktivis mengatakan banyak dari narapidana tersebut adalah korban pernikahan paksa atau kekerasan.
Iran tahun lalu melakukan hukuman gantung lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2015, menurut IHR, yang menuduh Republik Islam tersebut menggunakan hukuman mati sebagai sarana untuk menanamkan rasa takut setelah protes besar yang pecah pada musim gugur 2022.
“Diamnya komunitas internasional tidak dapat diterima,” kata Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam kepada AFP, yang dilansir Minggu (19/5/2024).
“Mereka yang dieksekusi adalah kelompok masyarakat miskin dan terpinggirkan di Iran dan tidak menjalani proses hukum yang adil.”
Pemerintah Iran belum berkomentar terkait eksekusi tujuh orang seperti yang dilaporkan IHR tersebut.
IHR menyebutkan Mousavi telah dipenjara selama empat tahun. Laporannya mengutip sumber yang mengatakan bahwa dia dibayar setara dengan 15 euro untuk membawa paket yang katanya berisi obat-obatan, namun sebenarnya berisi lima kilogram morfin.
“Mereka adalah korban murahan dari mesin pembunuh Republik Islam, yang bertujuan untuk menanamkan rasa takut di kalangan masyarakat untuk mencegah protes baru,” imbuh Amiry-Moghaddam.
Iran tahun lalu melakukan hukuman gantung lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2015, menurut IHR, yang menuduh Republik Islam tersebut menggunakan hukuman mati sebagai sarana untuk menanamkan rasa takut setelah protes besar yang pecah pada musim gugur 2022.
“Diamnya komunitas internasional tidak dapat diterima,” kata Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam kepada AFP, yang dilansir Minggu (19/5/2024).
“Mereka yang dieksekusi adalah kelompok masyarakat miskin dan terpinggirkan di Iran dan tidak menjalani proses hukum yang adil.”
Pemerintah Iran belum berkomentar terkait eksekusi tujuh orang seperti yang dilaporkan IHR tersebut.
Mesin Pembunuh
IHR menyebutkan Mousavi telah dipenjara selama empat tahun. Laporannya mengutip sumber yang mengatakan bahwa dia dibayar setara dengan 15 euro untuk membawa paket yang katanya berisi obat-obatan, namun sebenarnya berisi lima kilogram morfin.
“Mereka adalah korban murahan dari mesin pembunuh Republik Islam, yang bertujuan untuk menanamkan rasa takut di kalangan masyarakat untuk mencegah protes baru,” imbuh Amiry-Moghaddam.
Lihat Juga :