India Peringatkan Respon yang Menghancurkan Atas Serangan di Kashmir

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:10 WIB
India Peringatkan Respon...
India Peringatkan Respon yang Menghancurkan Atas Serangan di Kashmir
A A A
SRINAGAR - Perdana Menteri India memperingatkan respon yang menghancurkan atas serangan bom bunuh diri terhadap konvoi paramiliter di Kashmir. Sebanyak 41 orang tewas dalam serangan yang paling mematikan dalam sejarah kawasan yang bergejolak itu.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyalahkan pemboman yang terjadi pada Kamis lalu itu pada negara tetangga Pakistan , yang dituduh New Delhi mendukung pemberontak di Kashmir.

"Negara tetangga kami menganggap serangan teror semacam itu dapat melemahkan kami, tetapi rencana mereka tidak akan terwujud," katanya, seraya menambahkan bahwa pasukan pemerintah telah "diberi kebebasan total" untuk berurusan dengan militan seperti disitir dari AP, Sabtu (16/2/2019).

Serangan itu meningkatkan ketegangan yang sudah mengakar di antara dua negara tetangga bersenjata nuklir itu. India mengklaim mengantongi bukti tidak terbantahkan tentang keterlibatan Pakistan dalam insiden teroris yang mengerikan itu.

Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengumumkan pada hari Jumat bahwa New Delhi menarik status perdagangan negara yang paling disukai yang diberikan kepada Pakistan. India juga akan mengambil semua langkah diplomatik yang memungkinkan untuk memastikan isolasi menyeluruh Pakistan dari komunitas internasional.

Baca juga: India Tuding Pakistan Terlibat Serangan Bom di Kashmir

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan negara itu mengutuk tindakan kekerasan di mana pun di dunia, dan menyangkal keterlibatan apa pun.

"Kami sangat menolak sindiran oleh elemen-elemen di media dan pemerintah India yang berusaha menghubungkan serangan itu dengan Pakistan tanpa penyelidikan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Pakistan Bantah Terlibat Serangan Bom di Kashmir

Pemberontak, yang banyak di antara mereka ingin Kashmir bersatu dengan Pakistan, telah berjuang melawan India sejak 1989. Namun wilayah mayoritas Muslim itu mengalami serangan baru dan mengulangi protes publik dalam beberapa tahun terakhir sebagai generasi baru pemberontak Kashmir, terutama di bagian selatan Pakistan. wilayah itu, telah menantang pemerintahan New Delhi dengan campuran kekerasan dan media sosial.

Dalam serangan Kamis, seorang gerilyawan Kashmir setempat menabrakan van yang sarat bahan peledak ke sebuah bus dalam konvoi paramiliter. Selain korban tewas, serangan itu melukai hampir dua lusin tentara lainnya, kata jurubicara Pasukan Polisi Cadangan Pusat Paramiliter India Sanjay Sharma.

Pemerintah India juga menyalahkan organisasi teroris yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammed atas serangan itu.

Jaish-e-Mohammed adalah kelompok yang berbasis di Pakistan yang beroperasi di kedua sisi perbatasan negara. Kelompok itu, yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sejak 2001, berupaya menyatukan wilayah Kashmir yang dikuasai India dengan Pakistan.
(ian)
Berita Terkait
Dituduh Lakukan Spionase,...
Dituduh Lakukan Spionase, India Usir Puluhan Diplomat Pakistan
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
Nasib Umat Muslim di...
Nasib Umat Muslim di India ketika Konflik Kashmir Memanas, Diteriaki Pengkhianat dan Diusir dari Tanah Kelahirannya
Pakistan Tuding India...
Pakistan Tuding India Berencana Melancarkan Serangan dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
13 menit yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
41 menit yang lalu
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
59 menit yang lalu
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
1 jam yang lalu
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved