alexametrics

Pakistan Bantah Terlibat Serangan Bom di Kashmir

loading...
Pakistan Bantah Terlibat Serangan Bom di Kashmir
Pakistan membantah tudingan India yang menyebut ada Islamabad terlibat dalam serangan bom di Kashmir yang menewaskan 37 tentara paramiliter. Foto/Istimewa
A+ A-
ISLAMABAD - Pakistan membantah tudingan India yang menyebut ada 'tangan' langsung Islamabad dalam serangan bom di Kashmir yang menewaskan 37 tentara paramiliter. Pakistan juga menyebut serangan tersebut sebagai sebuah masalah serius.

"Kami selalu mengutuk tindakan kekerasan di mana pun di dunia," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

"Kami sangat menolak sindiran oleh elemen-elemen di media dan pemerintah India yang berusaha menghubungkan serangan itu dengan Pakistan tanpa penyelidikan," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari CNN, Jumat (15/2/2019).



Sebelumnya India mengklaim telah mengantongi bukti tidak terbantahkan atas keterlibatan Pakistan dalam serangan bom di Kashmir.

"Ada bukti tidak terbantahkan untuk tangan Pakistan dalam insiden teroris yang mengerikan," ujar Menteri Keuangan Arun Jaitley usai pertemuan komite keamanan kabinet India.

Pemerintah India juga menyalahkan organisasi teroris yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammed atas serangan itu.

Jaish-e-Mohammed adalah kelompok yang berbasis di Pakistan yang beroperasi di kedua sisi perbatasan negara. Kelompok itu, yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sejak 2001, berupaya menyatukan wilayah Kashmir yang dikuasai India dengan Pakistan.

Serangan bom itu terjadi di distrik Pulwama, sekitar 25 kilometer dari Ibu Kota Kashmir, Srinagar.

Media lokal melaporkan bahwa kelompok militan Jaish-e-Mohammed telah mengaku bertanggung jawab dalam pernyataan video yang beredar di dunia maya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak