Dituduh Lakukan Spionase, India Usir Puluhan Diplomat Pakistan

Kamis, 25 Juni 2020 - 12:59 WIB
loading...
Dituduh Lakukan Spionase,...
Foto/Istimewa
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India telah mengusir separuh dari total diplomat Pakistan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Pakistan di New Delhi. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah diplomat Pakistan dituduh menjadi mata-mata, menyebarkan informasi sensitif ke luar wilayah, dan bersekongkol dengan kelompok radikal.

Seperti dilansir BBC, pengurangan jumlah staf tersebut harus sudah selesai dalam tenggat tujuh hari ke depan. Sekitar tiga pekan yang lalu, pemerintah India juga telah mengusir dua diplomat Pakistan. Mereka semua dituduh pemerintah India mencoba menggalang informasi terkait pergerakan tentara India. (Baca: Dituding Sebagai Mata-mata, India Usir Dua Diplomat Pakistan)

India juga akan menarik separuh diplomatnya dari Kedubes India di Islamabad. Sebagian media di India melaporkan keputusan itu ditimbulkan akibat adanya tuduhan penculikan dua warga India di Pakistan. Namun, Pakistan menepis tuduhan itu mengingat kedua warga India itu ditangkap setelah menabrak trotoar.

Sebelumnya, India dan Pakistan telah berupaya memperkuat hubungan diplomatik dengan menambah jumlah diplomat menjadi 110 orang di kedubes masing-masing, meski yang terealisasi hanya 90 orang. Keputusan baru India mengartikan jumlah staf di Kedubes Pakistan dan India keduanya akan berkurang 45 orang.

“Diplomat Pakistan yang diminta pulang telah terbukti melakukan aksi spionase dan melakukan persekongkolan dengan kelompok teroris,” ungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India. Pernyataan itu juga disampaikan melalui Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk India, Syed Haider Shah, yang dipanggil ke Kemlu. (Lihat videonya: Pohon Pisang Unik di Kulonprogo, Berbuah Tiga Tandan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved