alexametrics

AS Percepat Program Rahasia untuk Menyabotase Rudal Iran

loading...
AS Percepat Program Rahasia untuk Menyabotase Rudal Iran
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian
A+ A-
WASHINGTON - Gedung Putih telah mempercepat program rahasia guna menyabot rudal dan roket Iran. Program tersebut digambarkan sebagai bagian dari kampanye yang diperluas oleh Amerika Serikat (AS) untuk melemahkan militer Teheran dan mengisolasi ekonominya.

Para pejabat AS mengatakan tidak mungkin mengukur secara tepat keberhasilan program rahasia yang tidak pernah diakui secara publik itu. Tetapi dalam satu bulan terakhir saja, dua upaya Iran untuk meluncurkan satelit telah gagal dalam beberapa menit.

"Dua kegagalan roket itu - satu diumumkan Iran pada 15 Januari dan yang lain, upaya yang tidak diakui, pada 5 Februari lalu - adalah bagian dari pola selama 11 tahun terakhir. Pada saat itu, 67 persen dari peluncuran orbital Iran telah gagal, jumlah yang sangat tinggi dibandingkan dengan tingkat kegagalan 5 persen di seluruh dunia untuk peluncuran ruang angkasa yang serupa," seperti diutip dari laporan yang diturunkan New York Times, Kamis (14/2/2019).



Menurut New York Times program menyabotase rudal Iran ini diciptakan di bawah Presiden George W Bush. Para pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, menggambarkan sebuah upaya untuk memasukkan bagian-bagian dan bahan-bahan yang rusak ke dalam rantai pasokan kedirgantaraan Iran. Program ini aktif pada awal pemerintahan Obama, tetapi mereda pada 2017, ketika Pompeo mengambil alih sebagai direktur CIA dan menyuntikkannya dengan sumber daya baru.

CIA menolak untuk mengomentari upaya sabotase ini. Sementara pejabat pemerintah meminta New York Times menahan beberapa detail pelaporannya, sebagian besar karena melibatkan identitas pemasok untuk program Iran, karena upaya ini terus berlanjut.

AS telah mendesak Iran menghentikan upayanya untuk mengembangkan rudal balistik. Washington menilai program rudal balistik Teheran telah menentang Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 mengatakan Iran diminta untuk menahan diri hingga delapan tahun dari pengerjaan rudal balistik yang dirancang untuk mengirimkan senjata nuklir.

Namun Iran, membantah rudal balistiknya melanggar resolusi ini. Presiden Hassan Rouhani telah menekankan bahwa rudal balistik Iran untuk kepentingan pertahanan dan menganggap hal itu tidak melanggar resolusi PBB.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak