alexametrics

70 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi AS

loading...
70 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Koalisi AS
Serangan udara koalisi AS tewaskan 70 warga sipil di Suriah timur. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
DAMASKUS - Sebanyak 70 warga sipil tewas dan terluka akibat serangan udara pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah timur. Demikian laporan stastiun televisi pemerintah Suriah.

Serangan udara tersebut menargetkan sebuah kamp untuk orang-orang terlantar di pedesaan timur Deir al-Zour seperti dilansir dari Xinhua, Selasa (12/2/2019).

Koalisi pimpinan AS baru-baru ini semakin intensif melakukan serangan udara di wilayah sungai Efrat timur yang dikuasai ISIS.



Pada hari Sabtu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS memulai tahap akhir serangan terhadap IS di wilayah sungai Efrat timur di Suriah timur.

Baca juga: SDF Memulai Perang Terakhir Melawan ISIS di Suriah

Menyusul evakuasi lebih dari 20.000 warga sipil dari kota Baghouz di pedesaan timur Deir al-Zour, SDF mulai Sabtu malam melakukan operasi terhadap sisa kantong yang dipegang ISIS di wilayah timur Eufrat, menurut Mustafa Balli, kepala kantor media SDF.

Balli mengatakan bahwa pertempuran itu bertujuan untuk menghilangkan militan ISIS terakhir di kota Baghouz.

Setelah kehilangan empat km persegi, ISIS masih mengendalikan sekitar 4.000 km persegi di gurun Suriah di Suriah timur.

SDF yang didukung AS telah melakukan serangan besar-besaran untuk menendang ISIS dari wilayah timur Eufrat sejak September lalu. SDF, dengan bantuan AS, berhasil mengalahkan ISIS di banyak area yang telah dikontrolnya di wilayah Eufrat timur.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, SOHR, mengatakan lebih dari 37.000 warga sipil, termasuk puluhan militan ISIS, telah melarikan diri dari wilayah kantong yang dikuasai ISIS ke daerah-daerah yang dikendalikan oleh SDF di daerah Eufrat timur sejak Desember lalu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak