Kisah Heroik 11 Whistleblower Membongar Kotak Pandora Skandal Besar Dunia
Senin, 24 Agustus 2020 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia akhirnya menyerahkan rekaman tersebut kepada jaksa penuntut khusus Kenneth Starr. Rekaman ini menjadi instrumen dalam persidangan pemakzulan Clinton pada 1998. Tripp tetap bersikeras bahwa motifnya patriotik, tetapi banyak yang berasumsi dia mengkhianati Lewinsky untuk menghindari tuduhan penyadapan ilegal.
Terlepas dari itu, dia akhirnya dipecat dari pekerjaannya di Pentagon. Dia meninggal pada April 2020 karena kanker pankreas. (Baca juga: Linda Tripp, Wanita yang Membongkar Perselingkuhan Clinton Meninggal)
5. Karen Silkwood
![Kisah Heroik 11 Whistleblower Membongar Kotak Pandora Skandal Besar Dunia]()
Karen Silkwood menjadi whistleblower paling tenar sepanjang sejarah demi memperjuangkan keadilan yang dianutnya. Aktivis serikat buruh tersebut pada mulanya bekerja di perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Oklahoma, Kerr-McGee, AS.
Dia menemukan fakta bahwa banyak pelanggaran regulasi keselamatan yang dilakukan perusahaannya. Karen lalu melaporkannya ke Komisi Energi Atom. Namun apa yang terjadi setelah pengungkapan tersebut bak bumerang bagi nyawanya. Secara misterius, Karen dan rumahnya terpapar zat plutonium berbahaya dalam jumlah besar.
Atas kejadian itu ia memilih menyerahkan semua bukti kepada media cetak. Nahas, sebelum keadilan ditegakkan, pada 13 November 1974 Karen ditemukan tewas misterius di dalam mobilnya. (Lihat foto: Drive in Senja, Serunya Nonton Bioskop Dari Dalam Mobil)
6. Frank Serpico
![Kisah Heroik 11 Whistleblower Membongar Kotak Pandora Skandal Besar Dunia]()
Polisi New York City, Frank Serpico menjadi inspirasi sebuah film layar lebar pada 1973 berjudul Serpico. Aktor utamanya adalah Al Pacino.
Kisahnya dianggap menarik karena menunjukkan keberanian dan pengabdian yang tinggi kepada negara. Frank Serpico mengungkap praktik korupsi dalam tubuh instansinya sendiri. Dia menjadi narasumber bagi New York Times untuk melaporkan kesewenang-wenangan atasannya di kepolisian. (Lihat video: Konstruksi Proyek Tol Cibitung-Cilincing Ambruk, 8 Pekerja Terluka)
Kejujuran Frank dibayar dengan harga sangat mahal. Ia menjadi sasaran tembak saat razia. Untunglah nyawa Serpico tertolong, walaupun wajahnya terserempet peluru. Serpico akhirnya memutuskan pensiun dan pindah ke luar negeri.
7. Jeffrey Wigand
![Kisah Heroik 11 Whistleblower Membongar Kotak Pandora Skandal Besar Dunia]()
Jeffrey Wigand adalah seorang biokimiawan Amerika dan mantan wakil presiden riset dan pengembangan di Brown & Williamson, Louisville, Kentucky, yang bekerja pada pengembangan pengurangan dampak buruh pada rokok. Wigand dikenal secara whistleblower pada 4 Februari 1996, saat ia tampil pada program berita CBS 60 Minutes.
Ia mengatakan, bahwa Brown & Williamson telah secara intensional memanipulasi pencampuran tembakaunya dengan kimia-kimia seperti ammonia untuk meningkatkan efek nikotin pada asap rokok. Wigand mengklaim bahwa ia kemudian dicerca dan menerima berbagai ancaman kematian akibat tindakannya itu. Wigand menyebut ancaman-ancaman kematian tersebut dalam sebuah wawancara. (Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Fadli Zon: Rusak Demokrasi)
8. Mark Whitacre
![Kisah Heroik 11 Whistleblower Membongar Kotak Pandora Skandal Besar Dunia]()
Mark Whitacre adalah Presiden Divisi Produk Biologi dari industri pangan raksasa, Archers Daniel Midland asal AS. Lama menggeluti bidang tersebut, dia sadar ada yang salah dengan sistem penetapan harga zat tambahan pada makanan di perusahaannya.
Ia pun melaporkan hal ini kepada FBI. Bekerja sama dengan biro investigasi AS tersebut, dia mengekspos kejahatan dan praktik ilegal dalam perusahaannya dan menyebabkan Archers Daniel Midland merugi jutaan USD karena didenda.
Terlepas dari itu, dia akhirnya dipecat dari pekerjaannya di Pentagon. Dia meninggal pada April 2020 karena kanker pankreas. (Baca juga: Linda Tripp, Wanita yang Membongkar Perselingkuhan Clinton Meninggal)
5. Karen Silkwood

Karen Silkwood menjadi whistleblower paling tenar sepanjang sejarah demi memperjuangkan keadilan yang dianutnya. Aktivis serikat buruh tersebut pada mulanya bekerja di perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Oklahoma, Kerr-McGee, AS.
Dia menemukan fakta bahwa banyak pelanggaran regulasi keselamatan yang dilakukan perusahaannya. Karen lalu melaporkannya ke Komisi Energi Atom. Namun apa yang terjadi setelah pengungkapan tersebut bak bumerang bagi nyawanya. Secara misterius, Karen dan rumahnya terpapar zat plutonium berbahaya dalam jumlah besar.
Atas kejadian itu ia memilih menyerahkan semua bukti kepada media cetak. Nahas, sebelum keadilan ditegakkan, pada 13 November 1974 Karen ditemukan tewas misterius di dalam mobilnya. (Lihat foto: Drive in Senja, Serunya Nonton Bioskop Dari Dalam Mobil)
6. Frank Serpico

Polisi New York City, Frank Serpico menjadi inspirasi sebuah film layar lebar pada 1973 berjudul Serpico. Aktor utamanya adalah Al Pacino.
Kisahnya dianggap menarik karena menunjukkan keberanian dan pengabdian yang tinggi kepada negara. Frank Serpico mengungkap praktik korupsi dalam tubuh instansinya sendiri. Dia menjadi narasumber bagi New York Times untuk melaporkan kesewenang-wenangan atasannya di kepolisian. (Lihat video: Konstruksi Proyek Tol Cibitung-Cilincing Ambruk, 8 Pekerja Terluka)
Kejujuran Frank dibayar dengan harga sangat mahal. Ia menjadi sasaran tembak saat razia. Untunglah nyawa Serpico tertolong, walaupun wajahnya terserempet peluru. Serpico akhirnya memutuskan pensiun dan pindah ke luar negeri.
7. Jeffrey Wigand

Jeffrey Wigand adalah seorang biokimiawan Amerika dan mantan wakil presiden riset dan pengembangan di Brown & Williamson, Louisville, Kentucky, yang bekerja pada pengembangan pengurangan dampak buruh pada rokok. Wigand dikenal secara whistleblower pada 4 Februari 1996, saat ia tampil pada program berita CBS 60 Minutes.
Ia mengatakan, bahwa Brown & Williamson telah secara intensional memanipulasi pencampuran tembakaunya dengan kimia-kimia seperti ammonia untuk meningkatkan efek nikotin pada asap rokok. Wigand mengklaim bahwa ia kemudian dicerca dan menerima berbagai ancaman kematian akibat tindakannya itu. Wigand menyebut ancaman-ancaman kematian tersebut dalam sebuah wawancara. (Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Fadli Zon: Rusak Demokrasi)
8. Mark Whitacre

Mark Whitacre adalah Presiden Divisi Produk Biologi dari industri pangan raksasa, Archers Daniel Midland asal AS. Lama menggeluti bidang tersebut, dia sadar ada yang salah dengan sistem penetapan harga zat tambahan pada makanan di perusahaannya.
Ia pun melaporkan hal ini kepada FBI. Bekerja sama dengan biro investigasi AS tersebut, dia mengekspos kejahatan dan praktik ilegal dalam perusahaannya dan menyebabkan Archers Daniel Midland merugi jutaan USD karena didenda.
Lihat Juga :