Gertak Barat, Rusia Kerahkan Rudal Antarbenua Bulava yang Bisa Bawa 10 Hulu Ledak Nuklir

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:28 WIB
loading...
A A A
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah membagikan klip rudal-rudal baru yang mengesankan yang ditembakkan dari silo kapal selam di Lingkaran Arktik sebelum melesat ke udara dan terbang dengan kecepatan mengejutkan dalam pengujian yang dilakukan pada tahun 2019.

Solomonov, kepala perancang misil di Institute of Thermal Engineering Moskow yang membuat Bulava, juga bertanggung jawab mengembangkan rudal balistik antarbenua Topol-M dan Yars Rusia yang telah lama menjadi tulang punggung senjata nuklir Rusia.

Putin telah memperingatkan negara-negara Barat sejak dimulainya perang di Ukraina bahwa intervensi langsung pasukan NATO di sana dapat memicu konflik nuklir.

Pada bulan Maret, dia mengatakan dia tidak percaya Amerika Serikat “terburu-buru” melakukan hal itu, namun kekuatan nuklir Rusia siap menghadapi segala kemungkinan.

Berita bahwa kapal selam kelas Borei Rusia telah dilengkapi dengan rudal Bulava muncul ketika mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev terlibat dalam perseteruan yang lebih sengit—dan mengejek Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron.

Medvedev—yang menjadi presiden Rusia ketika David Cameron menjadi perdana menteri pada tahun 2010—memperingatkan Menteri Luar Negeri Inggris tersebut bahwa dia mempertaruhkan konflik nuklir karena dukungannya kepada Ukraina bahwa Kyiv dapat menggunakan rudal Inggris untuk menargetkan wilayah Rusia.

Dia mengejek Cameron karena berusaha “bertarung dengan Putin sampai akhir yang pahit” dan mencapnya sebagai “orang bodoh” atas komentarnya.

Cameron sebelumnya mengatakan bahwa Ukraina bebas memutuskan bagaimana menggunakan senjata yang dipasok Inggris.

“Dalam pandangan kami, tindakan yang dilakukan Ukraina adalah keputusan mereka tentang bagaimana menggunakan senjata-senjata ini, mereka membela negara mereka, mereka diserang secara ilegal oleh Putin dan mereka harus mengambil langkah-langkah tersebut,” katanya.

Hal ini tampaknya mengubah pemahaman bahwa rudal jarak jauh Barat akan digunakan di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, namun tidak untuk menyerang wilayah Rusia.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
7 Fakta Terbaru Tarif...
7 Fakta Terbaru Tarif Impor 32 Persen Trump untuk Indonesia, dari Penyebab hingga Produk Terdampak
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Lingkar Barat Nagreg Macet Mengular hingga 5 Kilometer
Justin Bieber Disebut...
Justin Bieber Disebut Tidak Waras, Video Terbarunya Buat Penggemar Cemas
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
Berita Terkini
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
55 menit yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
2 jam yang lalu
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
10 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
11 jam yang lalu
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved