450.000 Warga Palestina Tinggalkan Rafah saat Tank-tank Israel Terus Menusuk

Rabu, 15 Mei 2024 - 06:35 WIB
loading...
450.000 Warga Palestina...
Pengungsi Palestina mengungsi dengan kendaraan di Rafah, Jalur Gaza selatan, 12 Mei 2024. Foto/REUTERS/Hatem Khaled
A A A
RAFAH - Sekitar 450.000 warga Palestina telah meninggalkan Rafah sejak Israel memerintahkan lebih banyak warga Palestina mengungsi pada Sabtu (11/5/2024).

Data itu diungkap badan PBB untuk pengungsi Palestina pada Selasa (14/5/2024). Laporan dari kota tersebut menunjukkan pasukan Israel mendekati pusat kota Rafah yang padat penduduknya.

Pasukan kolonial Israel (IDF) memerintahkan orang-orang di lingkungan tenggara Rafah untuk “segera” pergi pada hari Sabtu.

Juru bicara IDF Avichai Adraee memperingatkan pasukan Israel sedang bersiap menyerang sasaran Hamas di sana “dengan kekuatan besar.”

IDF kini telah mengevakuasi seluruh sepertiga bagian timur kota tersebut menyusul perintah serupa yang diberikan awal bulan ini.

Dalam pernyataan pada Selasa, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan 450.000 orang telah melaksanakan perintah tersebut.

“Orang-orang terus-menerus menghadapi kelelahan, kelaparan, dan ketakutan. Tidak ada tempat yang aman,” ungkap pernyataan itu. “Gencatan senjata segera adalah satu-satunya harapan.”

Baca juga: Biden Setujui Larangan Uranium Rusia, Ekonomi AS Bisa Rontok

Sebelum dievakuasi, Rafah menampung sekitar 1,4 juta warga Palestina yang melarikan diri dari operasi Israel di Gaza utara dan tengah.

Meskipun mendapat kecaman dari Amerika Serikat (AS), PBB, dan negara-negara lain serta organisasi internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan udara terhadap Rafah pada awal Mei, diikuti dengan serangan darat di dekat pos pemeriksaan perbatasan selatan Rafah dengan Mesir.

Tank-tank IDF memasuki lingkungan Brazil dan al-Jnaina di Rafah timur pada hari Selasa, menurut sumber-sumber Palestina kepada Reuters.

Salah satu sumber menggambarkan “bentrokan” di sejumlah wilayah. IDF mengatakan pihaknya bertempur jarak dekat di sisi Gaza di penyeberangan Rafah.

Hamas mengatakan pada Selasa bahwa para pejuangnya telah membunuh dan melukai beberapa tentara Israel dengan rudal dan ranjau di Brazil dan al-Jnaina.

Tidak jelas apakah Netanyahu berniat melanjutkan invasi besar-besaran ke Rafah. Departemen Luar Negeri AS telah menyatakan keraguannya bahwa IDF mampu sepenuhnya memberantas Hamas di Gaza.

Presiden AS Joe Biden telah memperingatkan dia akan menghentikan sejumlah bantuan militer ke Israel jika Netanyahu melakukan operasi semacam itu.

Rezim penjajah Israel telah membunuh 35.901 warga Palestina dalam tujuh bulan sejak Israel mulai menyerang Gaza pada Oktober, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

Dari jumlah tersebut, 24.686 telah teridentifikasi, 60% di antaranya adalah perempuan, anak-anak, dan orang tua, menurut PBB.

Pejuang Hamas membunuh sekitar 1.200 warga Israel dalam serangan mereka pada tanggal 7 Oktober di negara Yahudi tersebut.

272 tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza, sementara 1.674 prajurit terluka, menurut pejabat dan media Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Dikritik karena Terima...
Dikritik karena Terima Hadiah Pesawat Air Force One dari Qatar, Ini Jawaban Trump
Rekomendasi
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved