Aktivitas Spionase China Meningkat di Eropa, Banyak Mata-mata Ditangkap
Selasa, 07 Mei 2024 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Dia diidentifikasi sebagai Jian G, seorang warga negara Jerman yang, menurut laporan media, bekerja sebagai asisten kandidat AfD untuk pemilihan Parlemen Eropa, Maximilian Krah.
Jaksa Jerman mengatakan bahwa Jian G (43), yang memiliki kewarganegaraan ganda Jerman dan China, menyampaikan informasi tentang Parlemen Eropa kepada intelijen China. Dia diyakini menyampaikan informasi mengenai perundingan dan keputusan yang diambil di Parlemen Eropa pada Januari 2024.
Jian juga diduga memata-matai pemimpin oposisi China di Jerman. Meski rincian aktivitas spionasenya sedang diselidiki, insiden tersebut telah mengguncang Jerman. Berlin khawatir Jian bisa menyampaikan beberapa informasi sensitif kepada petugasnya dari China karena dia bekerja dengan Maximilian Karah sejak 2019, menurut laporan dari BBC.
Tahun lalu, dinas keamanan Jerman; BfV, mengeluarkan peringatan tak biasa, dengan menyatakan: “Dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinan negara dan partai China telah secara signifikan meningkatkan upayanya untuk memperoleh informasi politik berkualitas tinggi dan memengaruhi proses pengambilan keputusan di luar negeri.”
BfV telah memperingatkan secara terbuka tentang risiko mempercayai China sejak tahun 2022, menurut laporan The New York Times.
Penangkapan warga negara Jerman atas dugaan kegiatan mata-mata telah membuktikan bahwa peringatan BfV memang benar.
Tak lama setelah penangkapan Jian G, dua pria dan seorang wanita juga ditahan di Jerman karena dicurigai terlibat dalam memperoleh informasi tentang teknologi militer negara tersebut.
Menurut laporan DW, dari ketiga tersangka tersebut, salah satu yang bernama Thomas R bekerja sebagai agen pegawai MSS. Dia diduga memperoleh informasi tentang teknologi inovatif yang dapat digunakan untuk tujuan militer.
Sementara dua lainnya, keduanya merupakan suami istri, ditangkap oleh otoritas Jerman karena telah mendapatkan informasi tentang penelitian kapal tempur negara tersebut.
Pasangan tersebut, Herwig F dan Ina F, telah membuka sebuah kantor di kota Dusseldorf. Melalui kantor tersebut, keduanya menghubungi orang-orang yang bekerja di bidang sains dan penelitian.
Dengan cara ini, pasangan tersebut pertama kali menyelesaikan proyek pengoperasian mesin kelautan berkinerja tinggi untuk digunakan pada kapal tempur. Pada saat penangkapan mereka, menurut DW, para tersangka sedang bernegosiasi mengenai proyek lain yang mungkin berguna untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N) China.
Penangkapan Herwig dan Ina terjadi seminggu setelah Kanselir Jerman Olaf Scholz mengunjungi China. Ini adalah kunjungannya yang kedua sejak dia menjadi kanselir pada 2021.
Di kalangan negara-negara Barat, kunjungan Scholz ke China mendapat cukup banyak kritik karena terjadi ketika 27 negara anggota Uni Eropa sedang menyusun “Strategi China” jangka panjang yang komprehensif dan konsisten.
Jaksa Jerman mengatakan bahwa Jian G (43), yang memiliki kewarganegaraan ganda Jerman dan China, menyampaikan informasi tentang Parlemen Eropa kepada intelijen China. Dia diyakini menyampaikan informasi mengenai perundingan dan keputusan yang diambil di Parlemen Eropa pada Januari 2024.
Jian juga diduga memata-matai pemimpin oposisi China di Jerman. Meski rincian aktivitas spionasenya sedang diselidiki, insiden tersebut telah mengguncang Jerman. Berlin khawatir Jian bisa menyampaikan beberapa informasi sensitif kepada petugasnya dari China karena dia bekerja dengan Maximilian Karah sejak 2019, menurut laporan dari BBC.
Tahun lalu, dinas keamanan Jerman; BfV, mengeluarkan peringatan tak biasa, dengan menyatakan: “Dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinan negara dan partai China telah secara signifikan meningkatkan upayanya untuk memperoleh informasi politik berkualitas tinggi dan memengaruhi proses pengambilan keputusan di luar negeri.”
BfV telah memperingatkan secara terbuka tentang risiko mempercayai China sejak tahun 2022, menurut laporan The New York Times.
Penangkapan warga negara Jerman atas dugaan kegiatan mata-mata telah membuktikan bahwa peringatan BfV memang benar.
Tak lama setelah penangkapan Jian G, dua pria dan seorang wanita juga ditahan di Jerman karena dicurigai terlibat dalam memperoleh informasi tentang teknologi militer negara tersebut.
Menurut laporan DW, dari ketiga tersangka tersebut, salah satu yang bernama Thomas R bekerja sebagai agen pegawai MSS. Dia diduga memperoleh informasi tentang teknologi inovatif yang dapat digunakan untuk tujuan militer.
Sementara dua lainnya, keduanya merupakan suami istri, ditangkap oleh otoritas Jerman karena telah mendapatkan informasi tentang penelitian kapal tempur negara tersebut.
Kunjungan Kanselir Jerman ke China
Pasangan tersebut, Herwig F dan Ina F, telah membuka sebuah kantor di kota Dusseldorf. Melalui kantor tersebut, keduanya menghubungi orang-orang yang bekerja di bidang sains dan penelitian.
Dengan cara ini, pasangan tersebut pertama kali menyelesaikan proyek pengoperasian mesin kelautan berkinerja tinggi untuk digunakan pada kapal tempur. Pada saat penangkapan mereka, menurut DW, para tersangka sedang bernegosiasi mengenai proyek lain yang mungkin berguna untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N) China.
Penangkapan Herwig dan Ina terjadi seminggu setelah Kanselir Jerman Olaf Scholz mengunjungi China. Ini adalah kunjungannya yang kedua sejak dia menjadi kanselir pada 2021.
Di kalangan negara-negara Barat, kunjungan Scholz ke China mendapat cukup banyak kritik karena terjadi ketika 27 negara anggota Uni Eropa sedang menyusun “Strategi China” jangka panjang yang komprehensif dan konsisten.
Lihat Juga :