6 Fakta Surat Penahanan Perdana Menteri Israel Netanyahu dari ICC

Jum'at, 03 Mei 2024 - 15:01 WIB
loading...
6 Fakta Surat Penahanan...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat penahanan terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Surat penahanan itu bisa dikeluarkan jika Netanyahu terbukti bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Berikut adalah beberapa fakta terbaru mengenai isu ini:

1. Alasan Surat Penahanan


Surat penahanan tersebut diduga akan dikeluarkan karena pelanggaran terhadap hukum internasional di wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Pelanggaran ini mencakup kemungkinan kejahatan perang oleh Israel dan pejuang Palestina dalam perang Israel-Hamas saat ini.

Saat ini Israel melakukan genosida di Jalur Gaza, termasuk membuat warga Palestina kelaparan dengan memblokade bantuan kemanusiaan.

2. Genosida oleh Israel Masih Berlanjut


Catatan pemerintah di Gaza selatan menunjukkan Israel telah membunuh lebih dari 34.500 warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sebagian besar korban tewas adalah wanita dan anak-anak.

Tidak hanya itu, serangan brutal Israel melukai 77.700 warga Palestina di Jalur Gaza. Lebih dari 11.000 hilang atau diduga tewas di bawah reruntuhan gedung di seluruh Gaza akibat serangan Israel.

Israel juga melakukan blokade di Jalur Gaza sehingga mayoritas warga Palestina kelaparan. Sejumlah bayi tewas akibat kelaparan dan gizi buruk akibat blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel.

3. Israel Ketakutan


Israel tampak semakin takut ICC akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin negara itu.

Netanyahu sendiri telah menyatakan Israel tidak akan pernah menerima upaya apa pun oleh ICC untuk merongrong hak inheren untuk membela diri.

4. Reaksi Internasional


Amerika Serikat (AS), sebagai sekutu terdekat Israel, dan beberapa negara lain telah berulang kali memperingatkan agar Israel tidak melancarkan invasi darat ke Rafah di Gaza selatan.

Serangan Israel ke Rafah dapat semakin memperbesar kemungkinan ICC mengeluarkan surat penahanan terhadap Netanyahu dan para petinggi Israel.

AS juga berupaya mencegah dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh ICC terhadap Netanyahu.

Netanyahu sendiri telah meminta tolong pada Presiden AS Joe Biden agar menggunakan pengaruh Washington untuk mencegah keluarnya surat penangkapan untuk pemimpin Israel itu.

5. Status Terkini


Belum ada pernyataan apapun dari ICC pada pekan ini, dan belum ada indikasi surat perintah penangkapan itu akan segera dikeluarkan.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel pada Minggu (28/4/2024) malam telah memberitahu misi Israel di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang “isu” bahwa surat perintah penangkapan mungkin akan dikeluarkan untuk pejabat-pejabat senior politik dan militer.

6. Netanyahu Ancam Palestina


Menurut laporan yang diterbitkan Axios pada Rabu, 1 Mei 2024, Israel mengancam akan membalas Otoritas Palestina (PA) jika ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pejabat senior Israel.

Israel mengatakan kepada AS, mereka mempunyai informasi bahwa pejabat PA menekan jaksa ICC untuk mengeluarkan surat perintah tersebut.

Israel bisa menahan pendapatan pajak PA, yang dikumpulkan dan kemudian didistribusikan kepada pemerintah. Pembalasan ekonomi oleh Israel dapat menyebabkan runtuhnya PA yang telah ada sejak 1993.

Netanyahu mengatakan pada Jumat lalu bahwa keputusan ICC tidak akan mempengaruhi tindakan Israel, namun akan menjadi preseden berbahaya.

“Ancaman untuk menangkap sejumlah pemimpin dan militer satu-satunya negara demokrasi dan satu-satunya negara Yahudi di Timur Tengah ini merupakan hal yang sangat keterlaluan. Kami tidak akan tunduk pada hal itu,” pungkas Netanyahu.

Baca juga: Netanyahu Ketakutan Ditangkap ICC, Minta Tolong Biden Gunakan Pengaruh AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved