alexametrics

Prancis Minta Iran Hentikan Pengembangan Rudal Pembawa Nuklir

loading...
Prancis Minta Iran Hentikan Pengembangan Rudal Pembawa Nuklir
Iran saat menguji coba rudal balistik. Foto/REUTERS
A+ A-
PARIS - Pemerintah Prancis meminta Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Seruan itu muncul setelah Teheran mengklaim dapat menempatkan dua satelit ke orbit dalam beberapa minggu mendatang.

"Prancis ingat bahwa program rudal Iran (tidak) sesuai dengan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll kepada wartawan, yang dikutip Reuters, Sabtu (12/1/2019).

"Menyerukan Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan terkait rudal balistik yang dirancang untuk membawa senjata nuklir, termasuk tes menggunakan teknologi rudal balistik," lanjut dia.



Von der Muhll menanggapi komentar Presiden Hassan Rouhani pada hari Kamis, yang mengatakan dua satelit akan dikirim ke luar angkasa menggunakan rudal buatan Iran.

Sementara itu, Teheran menolak seruan Paris. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tuduhan yang berulang kali bahwa Teheran mengembangkan senjata nuklir merupakan klaim tak bertanggung jawab.

"Program rudal pertahanan buatan Iran adalah hak alami bangsa Iran," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi. "Program rudal Iran tidak melanggar resolusi 2231 PBB," katanya lagi.

Prancis sendiri merupakan salah satu negara yang mempertahankan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Kesepakatan itu secara resmi bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015.

JCPOA 2015 itu merupakan kesepakatan nuklir Teheran yang disepakati oleh Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Dalam kesepakatan tersebut, Iran bersedia mengekang program nuklir dengan imbalan penjatuhan sanksi internasional.

Namun, AS yang dipimpin Presiden Donald Trump telah keluar dari JCPOA. Sejak itu, Washington memulihkan sanksi terhadap Teheran.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak