Junta Militer Terancam Tumbang, Ribuan Warga Myanmar Eksodus ke Thailand
Jum'at, 12 April 2024 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Myanmar berada dalam kekacauan sejak tahun 2021, ketika militer yang berkuasa menggulingkan pemerintahan sipil terpilih, sehingga memicu protes luas yang ingin ditumpas dengan kekerasan brutal.
Kemarahan yang membara terhadap junta berubah menjadi gerakan perlawanan bersenjata berskala nasional yang kini semakin beroperasi melalui koordinasi dengan kelompok pemberontak etnis yang sudah mapan untuk menantang militer di sebagian besar negara Asia Tenggara.
Sekitar 200 personel militer Myanmar mundur pada hari Kamis ke sebuah jembatan yang menghubungkan ke Mae Sot setelah KNU mengatakan mereka telah menguasai Myawaddy.
Baca Juga: Strategi Rusia Ini Diprediksi Akan Membuat Ukraina Bertekuk Lutut
"Namun militer Myanmar mungkin masih berupaya melakukan serangan balik, didukung oleh angkatan udaranya, untuk merebut kembali kota tersebut," kata Dulyapak Preecharush, seorang profesor Kajian Asia Tenggara di Universitas Thammasat Bangkok. “Jadi ada pertanyaan mengenai kemungkinan intensifikasi pertempuran dalam beberapa hari mendatang,” katanya kepada Reuters.
Ketika pertempuran di Myanmar semakin intensif, jumlah orang yang menyeberang ke Mae Sot dari Myawaddy meningkat dua kali lipat minggu ini menjadi sekitar 4.000 orang setiap hari.
Kemarahan yang membara terhadap junta berubah menjadi gerakan perlawanan bersenjata berskala nasional yang kini semakin beroperasi melalui koordinasi dengan kelompok pemberontak etnis yang sudah mapan untuk menantang militer di sebagian besar negara Asia Tenggara.
Sekitar 200 personel militer Myanmar mundur pada hari Kamis ke sebuah jembatan yang menghubungkan ke Mae Sot setelah KNU mengatakan mereka telah menguasai Myawaddy.
Baca Juga: Strategi Rusia Ini Diprediksi Akan Membuat Ukraina Bertekuk Lutut
"Namun militer Myanmar mungkin masih berupaya melakukan serangan balik, didukung oleh angkatan udaranya, untuk merebut kembali kota tersebut," kata Dulyapak Preecharush, seorang profesor Kajian Asia Tenggara di Universitas Thammasat Bangkok. “Jadi ada pertanyaan mengenai kemungkinan intensifikasi pertempuran dalam beberapa hari mendatang,” katanya kepada Reuters.
Ketika pertempuran di Myanmar semakin intensif, jumlah orang yang menyeberang ke Mae Sot dari Myawaddy meningkat dua kali lipat minggu ini menjadi sekitar 4.000 orang setiap hari.
Lihat Juga :