Kecam Washington Post, Dubes Saudi untuk AS Bantah Kontak Khashoggi

Minggu, 18 November 2018 - 09:40 WIB
Kecam Washington Post,...
Kecam Washington Post, Dubes Saudi untuk AS Bantah Kontak Khashoggi
A A A
RIYADH - Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) Pangeran Khalid bin Salman membantah melakukan kontak telepon dengan Jamal Khashoggi sebelum jurnalis pengkritik rezim Riyadh itu dibunuh. Pangeran Khalid mengecam laporan Washington Post yang menyebut dirinya mengontak Khashoggi untuk menyarankannya pergi ke Turki.

"Apa yang surat kabar AS laporkan tentang kontaknya dengan Jamal Khashoggi sebelum kematiannya atau sarannya kepadanya untuk pergi ke Turki untuk alasan apa pun, itu tidak benar," tulis kantor berita negara Saudi, yang dikutip APP, Minggu (18/11/2018).

Adik Putra Mahkota Mohammed bin Salman ini juga menuliskan bantahannya di media sosial. "Sayangnya, Washington Post tidak mencetak respons penuh kami. Ini adalah tuduhan yang serius dan tidak boleh dibiarkan menjadi sumber anonim," tulis Pangeran Khalid.

Dia mengaku bertemu Jamal Khashoggi sekali pada akhir September 2017. Pertemuan itu secara pribadi untuk diskusi ramah. Setelah pertemuan, dia dan Khashoggi berkomunikasi melalui pesan singkat, di mana pesan terakhir yang dikirim oleh kepada jurnalis itu adalah pada 26 Oktober 2017.

Sementara itu, Menteri Urusan Media Saudi, Awwad Al-Awad bertemu dengan delegasi media dari Asia Selatan dan Timur, termasuk wartawan dan profesional media dari Pakistan, India dan Indonesia, pada hari Sabtu.

Selama pertemuan, Al-Awwad menekankan pentingnya memperkuat hubungan historis yang kuat antara Arab Saudi dan ketiga negara, terutama di bidang media.

Para anggota delegasi media mengonfirmasikan dukungan mereka kepada Arab Saudi dalam menghadapi serangan media yang tidak adil.Para anggota delegasi menyatakan bahwa pengumuman dari jaksa penuntut umum pada hari Kamis tentang hasil penyelidikan atas kematian Jamal Khashoggi mencerminkan keteguhan pihak Kerajaan untuk mengungkapkan kebenaran, menjalankan penyelidikan yang adil dan transparan dan berusaha untuk menghukum mereka yang terlibat dalam kejahatan.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
4 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
5 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
6 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
8 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
8 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved