UEA Tak Terima Diancam Iran karena Normalkan Hubungan dengan Israel

Senin, 17 Agustus 2020 - 08:38 WIB
loading...
UEA Tak Terima Diancam...
Para warga Palestina memprotes langkah Uni Emirat Arab menormalkan hubungan dengan Israel.Foto/REUTERS/Raneen Sawafta
A A A
ABU DHABI - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) merasa diancam oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato terkait keputusan Uni Emirat Arab menormalkan hubungan dengan Israel . Negara Teluk itu pun protes keras.

"Kementerian luar negeri memanggil chargé d'affaires (kuasa usaha)Iran (dan) memberinya catatan protes yang kuat terhadap ancaman yang terkandung dalam pidato Presiden Iran Hassan Rouhani mengenai keputusan kedaulatan UEA," tulis kantor berita resmi UEA,WAM.

Pemanggilan itu terjadi sehari setelah Rouhani mengatakan keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis adalah kesalahan besar. Presiden Iran itu juga memperingatkan Uni Emirat agar tidak membuka jalan Israel ke wilayah Teluk. (Baca: Rouhani Sebut Kesepakatan UEA-Israel Pengkhianatan terhadap Perjuangan Palestina )

Tanpa memperluas apa artinya itu, Rouhani mengatakan; "Itu akan menjadi cerita lain dan mereka akan ditangani dengan cara lain."

"Retorika seperti itu tidak dapat diterima dan menghasut serta memiliki implikasi serius bagi keamanan dan stabilitas di kawasan Teluk," bunyi pernyataan pemerintah UEA pada hari Minggu, seperti dilansir EurAsianTimes, Senin (17/8/2020).

Uni Emirat Arab telah menurunkan status hubungannya dengan Iran pada Januari 2016 di tengah persaingan sengit antara sekutu dekat Uni Emirat Arab; Arab Saudi dan Republik Islam Iran.

Keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi itu memicu gelombang kritik di Iran. Surat kabar ultrakonservatif di negara para Mullah, Kahyan, menulis bahwa langkah tersebut membuat UEA menjadi "target yang sah" bagi pasukan pro-Teheran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved