Rouhani Sebut Kesepakatan UEA-Israel Pengkhianatan Terhadap Perjuangan Palestina

Senin, 17 Agustus 2020 - 02:37 WIB
loading...
Rouhani Sebut Kesepakatan...
Presiden Iran, Hassan Rouhani mengecam kesepakatan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel untuk menormalisasi hubungan mereka. Foto/Ist
A A A
TEHERAN - Presiden Iran , Hassan Rouhani mengecam kesepakatan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel untuk menormalisasi hubungan mereka. Rouhani menyebut kesepakatan tersebut sebagai kesalahan besar.

"Para penguasa UEA berpikir bahwa jika mereka mendekati Amerika Serikat (AS) dan Israel, keamanan mereka akan meningkat dan ekonomi mereka akan tumbuh. Tapi, ini benar-benar salah," ucap Rouhani.

Rouhani, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (17/8/2020), kemudian mengatakan bahwa kesepakatan UEA-Israel adalah pengkhianatan atas perjuangan Palestina. ( Baca juga: Presiden Palestina Tolak dan Kecam Kesepakatan Israel-Uni Emirat Ara b)

Dia lalu berharap UEA akan menyadari kesalahan besar yang telah mereka lakukan dan jalan yang salah yang telah mereka pilih, dan membalikkan keputusan tersebut. Dia, bagaimanapun, buru-buru menambahkan bahwa membiarkan Israel mendapatkan pijakan di wilayah tersebut akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

"Kami memperingatkan mereka agar tidak membawa Israel ke wilayah tersebut. Itu akan menjadi cerita yang berbeda dan akan ditangani sesuai dengan itu," ujarnya. ( Baca juga: Luhut: Jokowi Telepon Pangeran UEA Bahas Bikin Vaksin Covid-19 )

UEA sendiri bukanlah negara di kawasan Teluk dan Arab pertama yang memiliki kerjasama dengan Israel. Sebelum UEA, Mesir dan Yordania sudah memiliki kerjasama dagang dan juga hubungan diplomatik dengan Israel.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Influencer Andrew-Tristan...
Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Rekomendasi
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved