UEA Tak Terima Diancam Iran karena Normalkan Hubungan dengan Israel
Senin, 17 Agustus 2020 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar itu menggemakan warga Palestina dan pendukungnya di seluruh wilayah dengan menyebut perjanjian UEA dan Israel sebagai "pengkhianatan" terhadap perjuangan Palestina. (Baca juga: Israel: Bahrain dan Oman Mungkin Segera Ikuti Jejak UEA )
Pemerintah Iran juga mengutuk keras perjanjian itu, dengan menyebutnya sebagai "kebodohan strategis" dan mengatakan perjanjian itu akan "memperkuat poros perlawanan di wilayah tersebut".
Kesepakatan Israel-UEA, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis hanyalah kesepakatan ketiga yang dicapai Israel dengan negara Arab. Tapi itu meningkatkan prospek kesepakatan serupa dengan negara-negara Teluk yang pro-Barat.
Trump mengatakan para pemimpin dari kedua negara akan menandatangani perjanjian di Gedung Putih dalam waktu sekitar tiga minggu.
Di bawah kesepakatan itu, Israel berjanji untuk menangguhkan rencana aneksasi wilayah Tepi Barat, sebuah konsesi yang disambut baik oleh Eropa dan beberapa pemerintah Arab pro-Barat sebagai pendorong untuk harapan perdamaian. Tetapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menekankan Israel tidak meninggalkan rencananya untuk suatu hari mencaplok Lembah Jordan dan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Pemerintah Iran juga mengutuk keras perjanjian itu, dengan menyebutnya sebagai "kebodohan strategis" dan mengatakan perjanjian itu akan "memperkuat poros perlawanan di wilayah tersebut".
Kesepakatan Israel-UEA, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis hanyalah kesepakatan ketiga yang dicapai Israel dengan negara Arab. Tapi itu meningkatkan prospek kesepakatan serupa dengan negara-negara Teluk yang pro-Barat.
Trump mengatakan para pemimpin dari kedua negara akan menandatangani perjanjian di Gedung Putih dalam waktu sekitar tiga minggu.
Di bawah kesepakatan itu, Israel berjanji untuk menangguhkan rencana aneksasi wilayah Tepi Barat, sebuah konsesi yang disambut baik oleh Eropa dan beberapa pemerintah Arab pro-Barat sebagai pendorong untuk harapan perdamaian. Tetapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menekankan Israel tidak meninggalkan rencananya untuk suatu hari mencaplok Lembah Jordan dan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
(min)
Lihat Juga :