Prancis Minta Afghanistan Tidak Bebaskan Anggota Taliban

Minggu, 16 Agustus 2020 - 08:07 WIB
loading...
Prancis Minta Afghanistan...
Afghanistan mulai membebaskan 400 tahanan Taliban terakhir sebagai bagian dari gerakan menuju pembicaraan damai. Foto/Yahoo
A A A
PARIS - Prancis meminta pemerintah Afghanistan untuk tidak memasukkan anggota Taliban yang dihukum karena membunuh warganya dalam kesepakatan pembebasan tahanan. Permintaan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Prancis.

Pemerintah Afghanistan telah setuju untuk membebaskan 400 tahanan "inti" sebagai bagian dari gerakan menuju pembicaraan damai dengan gerilyawan Taliban, dan seorang pejabat mengatakan bahwa 80 dari narapidana tersebut telah dibebaskan sejauh ini.(Baca: Presiden Afghanistan Tandatangani Dekrit Pembebasan Tahanan Taliban )

"Prancis sangat prihatin dengan kehadiran, di antara orang-orang yang kemungkinan akan dibebaskan, dari beberapa teroris yang dihukum karena membunuh warga Prancis di Afghanistan," kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.

"Prancis dengan tegas menentang pembebasan individu yang dihukum karena kejahatan terhadap warga negara Prancis, khususnya tentara dan pekerja kemanusiaan," imbuhnya.

"Akibatnya, kami segera meminta pihak berwenang Afghanistan untuk tidak melanjutkan pembebasan para teroris ini," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2020).

Ketidaksepakatan atas pembebasan para tahanan, termasuk orang-orang yang dituduh terkait dengan beberapa serangan paling berdarah di Afghanistan, telah menunda negosiasi perdamaian selama berbulan-bulan seiring langkah Amerika Serikat (AS) menarik pasukan berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani dengan Taliban pada Februari lalu.(Baca: Afghanistan Sepakat Bebaskan Ratusan Anggota Garis Keras Taliban )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Berita Terkini
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved