Rusia Marah dan Sedih setelah Teroris Bantai 137 Orang di Gedung Konser Moskow
Senin, 25 Maret 2024 - 07:14 WIB
loading...
Bendera nasional Rusia dikibarkan setengah tiang di gedung konser Balai Kota Crocus, pinggiran Moskow, tempat para teroris membantai 137 orang. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Korban pembantaian massal oleh para teroris di gedung konser Balai Kota Crocus di pinggiran Moskow, Rusia, pada Jumat malam bertambah menjadi 137 orang.
Di jalan-jalan Moskow pada hari Minggu, terjadi keterkejutan, kesedihan dan kemarahan ketika Rusia memperingati hari berkabung nasional setelah serangan paling mematikan di negara itu selama dua dekade.
Ketika para pelayat meletakkan bunga pada acara penghormatan dan menyalakan lilin di gereja-gereja, terdapat perasaan campur aduk atas dugaan Presiden Vladimir Putin mengenai keterkaitan Ukraina dengan serangan yang menewaskan lebih dari 130 penonton konser tersebut.
“Saya masih shock,” kata pengacara setempat, Ruslana Baranovskaya (35) tahun, kepada AFP di jalan dekat Lapangan Merah yang terkenal di ibu kota. “Ini adalah tragedi yang menghancurkan mental saya.”
Baca Juga: Para Teroris Bantai 115 Orang di Gedung Konser Moskow, Ini Respons Putin
Di seberang alun-alun—yang tertutup untuk umum—sebuah bendera dikibarkan setengah tiang di atas Kremlin.
Setidaknya 137 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas ketika orang-orang bersenjata menyerbu gedung konser Balai Kota Crocus pada Jumat malam, sebelum akhirnya membakar gedung tersebut.
Kelompok ISIS telah berulang kali mengaku bertanggung jawab dan menerbitkan video grafis orang-orang bersenjata yang melakukan serangan tersebut.
Putin belum mengomentari klaim ISIS, namun mengatakan empat tersangka pria bersenjata yang ditangkap berusaha melarikan diri ke Ukraina.
Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia mengatakan para penyerang memiliki kontak di Ukraina.
Di Moskow, masyarakat Rusia terpecah mengenai klaim adanya hubungan para teroris tersebut dengan Ukraina—yang telah dibantah oleh Kyiv dan Amerika Serikat.
“Saya tidak percaya dengan versi keterlibatan Ukraina,” kata Vomik Aliyev (22), seorang mahasiswa kedokteran yang orang tuanya beragama Islam dan sering pergi ke gedung konser.
Di jalan-jalan Moskow pada hari Minggu, terjadi keterkejutan, kesedihan dan kemarahan ketika Rusia memperingati hari berkabung nasional setelah serangan paling mematikan di negara itu selama dua dekade.
Ketika para pelayat meletakkan bunga pada acara penghormatan dan menyalakan lilin di gereja-gereja, terdapat perasaan campur aduk atas dugaan Presiden Vladimir Putin mengenai keterkaitan Ukraina dengan serangan yang menewaskan lebih dari 130 penonton konser tersebut.
“Saya masih shock,” kata pengacara setempat, Ruslana Baranovskaya (35) tahun, kepada AFP di jalan dekat Lapangan Merah yang terkenal di ibu kota. “Ini adalah tragedi yang menghancurkan mental saya.”
Baca Juga: Para Teroris Bantai 115 Orang di Gedung Konser Moskow, Ini Respons Putin
Di seberang alun-alun—yang tertutup untuk umum—sebuah bendera dikibarkan setengah tiang di atas Kremlin.
Setidaknya 137 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas ketika orang-orang bersenjata menyerbu gedung konser Balai Kota Crocus pada Jumat malam, sebelum akhirnya membakar gedung tersebut.
Kelompok ISIS telah berulang kali mengaku bertanggung jawab dan menerbitkan video grafis orang-orang bersenjata yang melakukan serangan tersebut.
Putin belum mengomentari klaim ISIS, namun mengatakan empat tersangka pria bersenjata yang ditangkap berusaha melarikan diri ke Ukraina.
Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia mengatakan para penyerang memiliki kontak di Ukraina.
Di Moskow, masyarakat Rusia terpecah mengenai klaim adanya hubungan para teroris tersebut dengan Ukraina—yang telah dibantah oleh Kyiv dan Amerika Serikat.
“Saya tidak percaya dengan versi keterlibatan Ukraina,” kata Vomik Aliyev (22), seorang mahasiswa kedokteran yang orang tuanya beragama Islam dan sering pergi ke gedung konser.
Lihat Juga :