alexametrics

Iran Desak Eropa Netralisir Efek Keluarnya AS dari Perjanjian Nuklir

loading...
Iran Desak Eropa Netralisir Efek Keluarnya AS dari Perjanjian Nuklir
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Foto/Istimewa
A+ A-
BERLIN - Eropa harus mengambil tindakan untuk menetralisir konsekuensi dari keputusan Amerika Serikat (AS) keluarnya dari perjanjian nuklir 2015 guna memastikan kepentingan ekonomi jangka panjangnya sendiri. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif.

Zarif mengatakan kepada majalah berita Jerman, Der Spiegel, Iran dapat mengurangi pelaksanaan dari perjanjian tersebut dan mungkin meningkatkan kegiatan pengayaan uranium jika perjanjian nuklir itu terancam oleh tindakan Amerika dan pasifnya Eropa.

"Orang-orang Eropa dan penandatangan lainnya harus bertindak untuk mengimbangi konsekuensi dari sanksi AS," kata Zarif, menyebut paket tindakan yang disusun oleh Eropa merupakan langkah penting yang sekarang harus dilaksanakan.

"Apa yang terpenting: Eropa harus melakukannya bukan untuk Iran, tetapi untuk kepentingan ekonomi jangka panjang dan berdaulat sendiri," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/9/2018).



Para pejabat Uni Eropa dengan keras menentang keputusan AS untuk menarik diri dari perjanjian nuklir pada Mei lalu, dan telah berusaha menyelamatkan kesepakatan itu dalam beberapa bentuk.

Jerman pada hari Jumat mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menyiapkan sistem pembayaran dengan mitra Eropanya yang akan memungkinkan transaksi bisnis berkelanjutan dengan Iran setelah sanksi AS masuk.

Namun, pejabat Jerman mengakui secara pribadi bahwa sistem semacam itu tidak akan mencegah perusahaan besar yang bergantung pada ekspor AS untuk melarikan diri sanksi AS jika mereka terus menjual ke Iran.

Zarif mengatakan prioritas terbesar Teheran adalah terus menjual minyak dalam jumlah yang wajar di seluruh dunia dan mengembalikan hasilnya ke Iran, serta mendorong investasi dan kerja sama di berbagai bidang seperti teknologi dan penelitian.

"Eropa mengatakan perjanjian nuklir itu demi kepentingan keamanannya. Maka Eropa harus siap membayar keamanannya,” kata Zarif.

"Tidak ada yang gratis," cetusnya.

Ia mengatakan Eropa harus siap untuk membayar keamanannya dengan menerapkan kesepakatan pemblokiran Uni Eropa di mana ia dapat menghukum perusahaan-perusahaan Eropa yang menarik diri dari transaksi bisnis Iran guna menghindari sanksi AS.

"Pertanyaannya adalah apakah Eropa ingin perusahaannya mengikuti hukum Eropa atau Amerika, atau apakah akan tunduk pada perintah Amerika," tegas Zarif.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak