Kedutaan Besar AS Peringatkan Serangan Segera di Ibu Kota Rusia
Jum'at, 08 Maret 2024 - 18:01 WIB
loading...
Kedutaan Besar AS di Moskow, Rusia. Foto/Natalya Seliverstova/Sputnik
A
A
A
MOSKOW - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Moskow memperingatkan “ekstremis” sedang merencanakan serangan di ibu kota Rusia yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kedutaan memantau laporan bahwa ekstremis mempunyai rencana menargetkan pertemuan besar di Moskow, termasuk konser, dan warga AS harus disarankan untuk menghindari pertemuan besar selama 48 jam ke depan,” papar pernyataan misi diplomatik tersebut di situs webnya pada dini hari Jumat (8/3/2024) waktu setempat.
Mereka mendesak warganegara Amerika tetap waspada dan “memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru.” Kedutaan tidak memberikan rincian tambahan mengenai peringatan tersebut.
Pihak berwenang Rusia belum mengomentari peringatan Kedubes AS tersebut.
Peringatan ini muncul di saat meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington. Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar Amerika Lynne Tracy, menuntut agar kedutaan memutuskan semua hubungan dengan tiga LSM yang didanai AS yang kegiatannya baru-baru ini dilarang di Rusia.
“Kedutaan memantau laporan bahwa ekstremis mempunyai rencana menargetkan pertemuan besar di Moskow, termasuk konser, dan warga AS harus disarankan untuk menghindari pertemuan besar selama 48 jam ke depan,” papar pernyataan misi diplomatik tersebut di situs webnya pada dini hari Jumat (8/3/2024) waktu setempat.
Mereka mendesak warganegara Amerika tetap waspada dan “memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru.” Kedutaan tidak memberikan rincian tambahan mengenai peringatan tersebut.
Pihak berwenang Rusia belum mengomentari peringatan Kedubes AS tersebut.
Peringatan ini muncul di saat meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington. Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar Amerika Lynne Tracy, menuntut agar kedutaan memutuskan semua hubungan dengan tiga LSM yang didanai AS yang kegiatannya baru-baru ini dilarang di Rusia.
Lihat Juga :