Analis: Lebanon Capai Titik Kritis, Kedaulatannya Terancam

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 19:12 WIB
loading...
A A A
Menurut Kadi, sangat sulit untuk membawa ekonomi Lebanon kembali ke jalurnya. Menurutnya, bahkan sebelum ledakan, perekonomian sedang compang-camping, di mana Lira Lebanon kehilangan sekitar 80% nilainya dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ini, jumlah utang nasional Lebanon hampir 170% dari produk domestik bruto (PDB) negara itu. Selain itu, defisit anggaran pemerintah mencapai 11,4% dari PDB negara pada 2019. Dengan melonjaknya inflasi dan melonjaknya pengangguran, tingkat kemiskinan negara bisa naik dari 30% menjadi 50%, seperti yang diperingatkan Bank Dunia pada November 2019.

"Selain itu, Lebanon berada di bawah jerat ketat Undang-Undang Caesar, industri lokal terhenti, biaya hidup melonjak, dan pegawai negeri tidak dibayar secara teratur sebagaimana mestinya, perusahaan swasta terpaksa mengurangi pegawai mereka," ujarnya.

Undang-Undang Perlindungan Sipil Kaisar Suriah Amerika Serikat (AS), yang mulai berlaku pada 17 Juni 2020, menargetkan entitas yang melakukan bisnis dengan pemerintah Suriah serta industri, perusahaan, dan individu Suriah. Mengingat hubungan lama antara Lebanon dan Suriah, rezim sanksi AS telah memperburuk situasi lebih jauh bagi negara kecil Mediterania yang berpenduduk enam juta orang itu. (Baca: Buntut Ledakan Beirut, Demonstran Serukan Presiden Lebanon Lengser )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved