Afghanistan Tolak Hadiri Pembicaraan Damai di Moskow

Kamis, 23 Agustus 2018 - 08:53 WIB
Afghanistan Tolak Hadiri...
Afghanistan Tolak Hadiri Pembicaraan Damai di Moskow
A A A
KABUL - Pemerintah Afghanistan tidak akan mengirim delegasi ke pembicaraan damai dengan Taliban yang dipimpin oleh Rusia. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Afghanistan. Pemerintah Afghanistan mengatakan hanya mereka yang dapat memulai proses perdamaian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan Kabul tidak berencana mengirim delegasi ke konferensi perdamaian yang direncanakan dengan Taliban di Moskow pada 4 September.

"Proses perdamaian hanya dapat dimulai dan diajukan oleh pemerintah Afghanistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Sebghatullah Ahmadi.

"Pemerintah tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan lebih lanjut yang tidak dipimpin oleh pemerintah Afghanistan," imbuhnya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Kamis (23/8/2018).

Ahmadi menekankan bahwa pemerintah Afghanistan akan tetap mempertahankan hubungan baik dengan Rusia dan akan terus melakukannya di masa depan. Namun, Kabul hanya bisa mendukung pembicaraan damai jika kepentingan Afghanistan berada di garis depan.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan bahwa Moskow mengharapkan Taliban untuk ambil bagian dalam pembicaraan 4 September yang direncanakan. Pemerintah Rusia telah mengundang 12 negara untuk ambil bagian dalam konferensi perdamaian Afghanistan.

Amerika Serikat (AS) telah mengatakan tidak akan menghadiri konferensi, yang akan membahas masa depan Afghanistan.

Rusia prihatin dengan ekspansi kelompok-kelompok teroris di Afghanistan, khususnya karena perbatasan 1.300 kilometer antara Afghanistan dan Tajikistan - bagian dari bekas Uni Soviet.

Taliban belum mengumumkan secara resmi apakah akan mengirim delegasi ke pembicaraan damai di Moskow.
(ian)
Berita Terkait
Rusia Sebut Serangan...
Rusia Sebut Serangan Taliban 'Kehabisan Bensin'
Rusia Dukung Taliban...
Rusia Dukung Taliban Masuk Pemerintahan Sementara Afghanistan
Rusia Resmi Akui Pemerintahan...
Rusia Resmi Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Hanya Kedutaan Besar...
Hanya Kedutaan Besar Rusia dan China yang Berfungsi Normal di Afghanistan
Rusia Mungkin Akui Taliban...
Rusia Mungkin Akui Taliban Sebagai Otoritas Afghanistan
Rusia Siap Dukung Pemerintah...
Rusia Siap Dukung Pemerintah Baru Afghanistan jika Inklusif
Berita Terkini
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
21 menit yang lalu
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
9 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
10 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
11 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
12 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
13 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved