Normalisasi Hubungan UEA-Israel, Iran: Memalukan!
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 10:07 WIB
loading...
Iran mengecam kesepakatan normalisasi hubungan UEA-Israel. Foto/CBC
A
A
A
TEHERAN - Iran mengecam kesepakatan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel yang difasilitasi oleh Amerika Serikat (AS). Kantor berita Tasnim Iran, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, mengatakan kesepakatan itu "memalukan".
Sementara para pemimpin agama Iran belum bereaksi terhadap kesepakatan itu, seorang penasihat khusus urusan internasional ketua parlemen Iran mengatakan perjanjian antara Israel dan Uni Emirat Arab tidak akan menjamin perdamaian di kawasan itu.
"Pendekatan baru UEA untuk menormalisasi hubungan palsu dengan, kriminal #Israel tidak menjaga perdamaian & keamanan, tetapi membantu kejahatan Zionis yang sedang berlangsung," tweet Hossein Amir-Abdollahian, yang juga mantan wakil menteri luar negeri Iran.
"Perilaku Abu Dhabi tidak memiliki pembenaran, berbalik pada perjuangan Palestina. Dengan kesalahan strategis itu, #UEA akan dilalap api Zionisme," imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/8/2020).
Sebelumnya sikap yang sama juga ditunjukkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Melalui juru bicaranya, Abbas mengecam kesepakatan tersebut pada Kamis malam.
Sementara para pemimpin agama Iran belum bereaksi terhadap kesepakatan itu, seorang penasihat khusus urusan internasional ketua parlemen Iran mengatakan perjanjian antara Israel dan Uni Emirat Arab tidak akan menjamin perdamaian di kawasan itu.
"Pendekatan baru UEA untuk menormalisasi hubungan palsu dengan, kriminal #Israel tidak menjaga perdamaian & keamanan, tetapi membantu kejahatan Zionis yang sedang berlangsung," tweet Hossein Amir-Abdollahian, yang juga mantan wakil menteri luar negeri Iran.
"Perilaku Abu Dhabi tidak memiliki pembenaran, berbalik pada perjuangan Palestina. Dengan kesalahan strategis itu, #UEA akan dilalap api Zionisme," imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/8/2020).
Sebelumnya sikap yang sama juga ditunjukkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Melalui juru bicaranya, Abbas mengecam kesepakatan tersebut pada Kamis malam.
Lihat Juga :