Diperingatkan AS Tak Beli Senjata Rusia, Duterte: Memang Anda Siapa?

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 16:13 WIB
Diperingatkan AS Tak...
Diperingatkan AS Tak Beli Senjata Rusia, Duterte: Memang Anda Siapa?
A A A
MANILA - Presiden Rodrigo Duterte mengecam Amerika Serikat (AS) yang memperingatkan Filipinan agar tidak membeli senjata militer dari Rusia. Dia mengeluh karena Washington sebagai sekutu memasok senjata bekas kepada Manila.

Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano, saat bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, awal Agustus lalu, berjanji bahwa Manila tidak akan menolak kesempatan untuk membeli peralatan militer Moskow meski akan menghadapi sanksi AS.

Presiden Duterte menyalahkan Washington karena mencoba menghambat modernisasi militer Filpina dan memasok peralatan militer bekas ke Manila.

"Apakah itu cara Anda memperlakukan seorang sekutu dan Anda ingin kami tetap bersama Anda sepanjang waktu? Memang Anda siapa untuk memperingatkan kami?," kata Duterte, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (18/8/2018).

Presiden Filipina itu khawatir jika negaranya membeli kapal selam dari AS, itu akan meledak, seperti helikopter AS yang dibeli sebelumnya.

Kecaman Duterte muncul setelah Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Keamanan Asia dan Pasifik, Randall Schriver, memperingatkan Manila agar tidak membeli perangkat keras militer Rusia.

"Jika mereka melanjutkan dengan pembelian peralatan utama Rusia, saya tidak berpikir itu adalah hal yang membantu untuk dilakukan dalam persekutuan kami, dan saya pikir pada akhirnya kami bisa menjadi mitra yang lebih baik daripada Rusia," kata Schriver.

Dia membuat pernyataan di tengah laporan media bahwa Moskow telah menawarkan bantuan kepada pemerintah Filipina dalam pembelian kapal selam Rusia. Manila saat ini sedang mempertimbangkan tawaran tersebut.

Kesepakatan yang ditawarkan itu, menetapkan alokasi pinjaman bersubsidi ke Manila, yang akan dibayarkan selama beberapa tahun.

Duterte sendiri pernah menyatakan minatnya pada persenjataan canggih Rusia ketika berkunjung ke Moskow pada tahun 2017. Dia mengaku tertarik pada helikopter, pesawat, serta senjata presisi untuk membantu tentara Filipina memerangi ancaman terorisme.
(mas)
Berita Terkait
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Lagi, Filipina Batalkan...
Lagi, Filipina Batalkan Rencana Mengusir Pasukan AS
Duterte: Kesepakatan...
Duterte: Kesepakatan Berakhir Jika AS 'Buang' Nuklir ke Filipina
Duterte Ampuni Marinir...
Duterte Ampuni Marinir AS Pembunuh Transgender, tapi Larang Masuk Filipina
Duterte Minta AS Membayar...
Duterte Minta AS Membayar Jika Ingin Pasukannya Tetap di Filipina
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
2 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
3 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
4 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
5 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
6 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
7 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved