AS Tangguhkan Program Pelatihan Militer untuk Pakistan

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:00 WIB
AS Tangguhkan Program...
AS Tangguhkan Program Pelatihan Militer untuk Pakistan
A A A
ISLAMABAD - Amerika Serikat (AS) telah mulai memotong sejumlah perwira militer Pakistan dari program pendidikan dan pelatihan. Demikian laporan yang diturunkan media Pakistan.

"Lembaga militer AS 'berjuang' untuk mengisi 66 slot, yang telah mereka sisihkan untuk para pejabat Pakistan, untuk tahun akademik berikutnya," kutip Anadolu dari harian Dawn mengutip sumber-sumber anonim, Minggu (12/8/2018).

Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah Pakistan dan Rusia menandatangani perjanjian untuk mengizinkan para perwira militer Pakistan menerima pelatihan di lembaga militer Rusia.

“Dana untuk pelatihan petugas Pakistan berasal dari Program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET), tetapi tidak ada dana yang tersedia bagi Pakistan untuk tahun akademik berikutnya,” tulis Dawn.

Para perwira Pakistan telah menerima pelatihan militer dan pendidikan di AS sejak awal 1960-an, yang dihentikan pada 1990-an. Namun, pemerintah AS memulihkan program setelah serangan teroris 11 September 2001.

Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan penangguhan partisipasi Pakistan dalam program pelatihan.

“Sejauh ini, partisipasi Pakistan dalam 97 program pelatihan total senilai USD3,29 juta telah dibatalkan, termasuk 66 program IMET senilai USD2,41 juta, 25 program CTFP (Counter-Terrorism Fellowship Program) senilai USD843, dan 6 program Pusat Regional senilai USD37,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Namun, pernyataan itu menekankan bahwa AS terus memberikan bantuan sipil ke Pakistan sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

Inter Services Public Relations, sayap media tentara Pakistan, belum mengomentari laporan tersebut.

Pada hari Kamis, Mohammad Faisal, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, menolak berkomentar tentang hubungan negara saat ini dengan AS.

"Saya tidak akan mengomentari tentang AS. Tentang hubungan Rusia dan Pakistan, hubungan pertahanan kami telah bertumbuh selama bertahun-tahun dan kedua negara telah menjalin kontak militer dengan militer secara teratur," kata Faisal.

Hubungan antara AS dan Pakistan memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengambil alih jabatan tahun lalu, terutama karena benturan kepentingan di Afghanistan yang dilanda perang.
(ian)
Berita Terkait
PM Pakistan Tegaskan...
PM Pakistan Tegaskan Tidak akan Izinkan AS Bangun Pangkalan Militer di Negaranya
AS Minta Bantuan Pakistan...
AS Minta Bantuan Pakistan Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Dinilai Masih Jadi Sarang...
Dinilai Masih Jadi 'Sarang' Teroris, AS Tetap Tangguhkan Bantuan Keamanan pada Pakistan
Mengapa AS Cemburu dengan...
Mengapa AS Cemburu dengan Pakistan yang Mampu Kembangkan Rudal Canggih?
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Terungkap, India dan...
Terungkap, India dan Pakistan Nyaris Perang Nuklir
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
58 menit yang lalu
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
4 jam yang lalu
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
4 jam yang lalu
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
4 jam yang lalu
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
5 jam yang lalu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved