3 Negara Eropa yang Dulunya Punya Penduduk Mayoritas Muslim
Selasa, 27 Februari 2024 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Pada perkembangannya, momen kejayaan Andalusia sebagian besar telah dilupakan. Namun, jejak Muslim dan Yahudi masih tetap ada. Tak hanya dalam sejarah dan budaya Portugal, namun juga dalam gen penduduknya.
Baca Juga: Bagaimana Ujaran Kebencian Anti-Muslim Menyebar di India?
Mengutip Daily Sabah, Bulgaria memiliki populasi muslim yang sangat besar sebelum kepergian Ottoman pada 1877. Namun, perubahan sejarah dan proses integrasi budaya telah menjadikan pergeseran demografis di negara ini.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab perubahan demografis ini seperti konversi agama, pernikahan antar agama hingga peningkatan kesadaran identitas nasional. Saat ini, penduduk Muslim bukanlah mayoritas di Bulgaria. Menurut sensus 2021, angkanya diperkirakan sekitar 10,7 persen dari total populasi.
Mengutip laman The Conversation, Abdallah Muhammad bin Ali selaku Sultan Moor Granada terakhir menyerahkan kotanya kepada Raja Katolik Ferdinand II dan Isabella I pada 2 Januari 1492. Setelah peralihan kekuasan, penguasa baru ingin menghilangkan budaya dan agama Islam di Spanyol.
Baca Juga: Bagaimana Ujaran Kebencian Anti-Muslim Menyebar di India?
2. Bulgaria
Berikutnya ada Bulgaria. Negara Eropa juga memiliki jejak peradaban Islam di masa lampau.Mengutip Daily Sabah, Bulgaria memiliki populasi muslim yang sangat besar sebelum kepergian Ottoman pada 1877. Namun, perubahan sejarah dan proses integrasi budaya telah menjadikan pergeseran demografis di negara ini.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab perubahan demografis ini seperti konversi agama, pernikahan antar agama hingga peningkatan kesadaran identitas nasional. Saat ini, penduduk Muslim bukanlah mayoritas di Bulgaria. Menurut sensus 2021, angkanya diperkirakan sekitar 10,7 persen dari total populasi.
3. Spanyol
Pada riwayatnya, Spanyol pernah memiliki populasi Muslim yang sangat besar. Namun, status tersebut telah menghilang pasca penaklukan Katolik.Mengutip laman The Conversation, Abdallah Muhammad bin Ali selaku Sultan Moor Granada terakhir menyerahkan kotanya kepada Raja Katolik Ferdinand II dan Isabella I pada 2 Januari 1492. Setelah peralihan kekuasan, penguasa baru ingin menghilangkan budaya dan agama Islam di Spanyol.
Lihat Juga :