alexametrics

Serangannya Hantam Bus Sekolah, Koalisi Saudi Bilang Sah

loading...
Serangannya Hantam Bus Sekolah, Koalisi Saudi Bilang Sah
Seorang anak laki-laki Yaman berbaring di tandu setelah terluka oleh serangan udara pimpinan Saudi di Saada, Yaman. Foto/Istimewa
A+ A-
RIYADH - Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa serangan udara yang menghantam bus sekolah di Yaman utara telah sesuai dengan hukum internasional. Serangan tersebut menewaskan 29 anak-anak dan melukai puluhan lainnya.

Dalam sebuah pernyataan, aliansi yang didukung Barat untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi itu mengatakan serangan itu ditujukan pada peluncur rudal yang digunakan untuk menyerang kota Jizan. Koalisi itu mengklaim serangan tersebut menewaskan seorang warga sipil Yaman.



"Serangan hari ini di Saada adalah operasi militer yang sah dan dilakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional," kata koalisi Arab dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari TRTworld, Jumat (10/8/2018).

Koalisi Saudi mengatakan serangan itu tidak sengaja menargetkan warga sipil dan telah membentuk komite untuk menyelidiki dugaan korban massal dalam serangan udara tersebut. Namun sebagian besar penyelidikan itu "membersihkan" koalisi dari setiap kesalahan.

"Menargetkan orang Saudi dan penduduk di Saudi adalah hal yang tidak bisa diterima," kata juru bicara koalisi Turki al-Malki kepada media.

Sementara itu, seorang juru bicara militer Amerika Serikat (AS) mengatakan pasukan AS tidak terlibat dalam serangan udara tersebut.

Serangan udara yang dilakukan oleh Arab Saudi Cs itu menuai kecaman dari dunia internasionl. AS dan Sekjen PBB menyerukan dilakukannya penyelidikan atas serangan tersebut.

Saada, benteng utama Houthi, terutama dari serangan udara koalisi Arab ketika provinsi wilayahnya bergunung-gunung itu menjadi arena pertempuran yang keras bagi pasukan darat pro-pemerintah.

Perang Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, pengungsi lebih dari 2 juta dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan, menurut PBB.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak