Siapa Takeshi Ebisawa? Bos Yakuza Didakwa Menyelundupkan Plutonium

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:14 WIB
loading...
A A A
Williams mengatakan dalam rilis DOJ bahwa Ebisawa telah "dengan berani" memperdagangkan bahan-bahan nuklir dengan pengetahuan bahwa bahan-bahan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan senjata, dan menyebutnya "tidak mungkin untuk melebih-lebihkan keseriusan tindakan ini."

“Terdakwa dengan berani memperdagangkan bahan yang mengandung uranium dan plutonium yang dapat digunakan untuk senjata,” kata Williams. “Dia melakukan hal tersebut sambil meyakini bahwa bahan tersebut akan digunakan dalam pengembangan program senjata nuklir, dan pada saat yang sama juga sedang melakukan negosiasi pembelian senjata mematikan.”

4. Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Surat dakwaan tersebut juga menyebutkan tiga rekan konspirator yang tidak disebutkan namanya yang tidak didakwa tetapi dikatakan sebagai bagian dari "jaringan rekanan" yang berpartisipasi dalam dugaan skema perdagangan bahan nuklir.

Ebisawa didakwa dengan delapan dakwaan, termasuk konspirasi untuk melakukan perdagangan internasional bahan nuklir; perdagangan bahan nuklir; konspirasi untuk memperoleh, mentransfer dan memiliki rudal permukaan-ke-udara; dan pencucian uang, serta tuduhan lainnya.

Jika terbukti bersalah, Ebisawa bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Singhasiri juga menghadapi kemungkinan hukuman seumur hidup.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved