Maladewa Berisiko Jatuh ke Jebakan Utang Jika Sepakati FTA China

Selasa, 20 Februari 2024 - 09:08 WIB
loading...
A A A

FTA China-Maladewa


FTA adalah dokumen komprehensif yang mencakup perdagangan barang, jasa, dan investasi serta kerja sama ekonomi dan teknis.

Kepemilikan asing atas tanah telah dimasukkan sebagai komitmen dalam perjanjian tersebut bersama dengan akses "tidak terikat" bagi warga negara China di sektor jasa.

Investor China akan diizinkan membuka kantor perwakilan terkait tur dan perjalanan di Maladewa, dan mengoperasikan kapal akomodasi wisata pelayaran/tinggal di atas kapal. Wisatawan akan membayar ke luar negeri dalam dolar atau memesan secara online dan mentransfer uang ke rekening bank China.

Hal ini juga akan memengaruhi pengumpulan pajak Maladewa serta kesempatan kerja bagi penduduk setempat. Akibatnya, lebih banyak kedatangan wisatawan dari China akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian China dibandingkan Maladewa.

Secara signifikan, usulan FTA juga memberikan "pengecualian keamanan" (Pasal 86) menyeluruh terkait pengungkapan informasi apa pun yang dianggap bertentangan dengan kepentingan keamanan salah satu pihak. Lebih jauh lagi, terdapat klausul pengecualian keamanan dalam "perdagangan jasa" yang berkaitan dengan penyediaan jasa untuk keperluan penyediaan fasilitas militer.

Sebelum menandatangani FTA, beberapa pengakuan perlu diberikan pada fakta bahwa China adalah kreditor bilateral terbesar Maladewa yang memiliki utang sebesar USD1,4 miliar.

Maladewa telah meminta China untuk melakukan moratorium utang hingga tahun 2027, namun belum disetujui.

China juga tidak menanggapi dengan baik permintaan pertukaran mata uang dari Maladewa yang dibuat pada 29 Januari 2024, yang meminta Beijing untuk memulai diskusi formal untuk membuka cabang bank besar China guna memfasilitasi pengaturan pertukaran mata uang melalui Bank Rakyat China.

Meski Maladewa mengalami surplus dalam perdagangan jasa komersial karena kuatnya penerimaan dari pariwisata, surplus jasa tersebut kemungkinan besar tidak dapat mengimbangi meningkatnya defisit dalam perdagangan barang. Implikasinya adalah semakin melebarnya ketimpangan transaksi berjalan dalam neraca pembayaran.

FTA akan semakin memperburuk ketidakseimbangan perdagangan dan menguras devisa negara yang langka. Barang-barang China akan memasuki pasar Maladewa dengan bebas tanpa dikenai tarif yang akan menguras pendapatan Maladewa dalam bentuk bea masuk. Namun, dampak paling berbahaya dari FTA adalah mencakup perdagangan bebas barang dan jasa.

Kehadiran India di Maladewa


Diperkirakan bahwa setelah FTA ditandatangani, permintaan impor akan meningkat seiring meningkatnya momentum proyek China yang sedang berlangsung dan baru di Maladewa, terutama yang merupakan bagian dari BRI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved