Maladewa Berisiko Jatuh ke Jebakan Utang Jika Sepakati FTA China

Selasa, 20 Februari 2024 - 09:08 WIB
loading...
Maladewa Berisiko Jatuh...
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Maladewa Mohammed Muizzu. Maladewa berisiko jatuh ke jebakan utang jika sepakati FTA dengan China. Foto/REUTERS
A A A
MALE - Pemerintahan Maladewa di bawah Presiden Mohammed Muizzu berencana menghilangkan hambatan hukum dalam mengimplementasikan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan China.

FTA, yang disebut sebagai perjanjian sepihak oleh mantan Presiden Ibrahim Solih, tidak akan memberikan manfaat ekonomi bagi negara kecil seperti Maladewa.

Mengutip dari Greek City Times, Selasa (20/2/2024), lonjakan impor China akan terjadi dan membuat Maladewa semakin bergantung pada negara tersebut jika FTA diterapkan.

Namun saat ini, pemerintah yang berkuasa di Maladewa belum dapat menerapkan FTA selama Partai Demokrat Maladewa (MDP) mempunyai mayoritas di Parlemen. Pemilihan Parlemen mendatang akan sangat penting dalam melindungi perekonomian Maladewa dengan memastikan pemerintah tidak dapat meloloskan FTA.

Tapi perlu diingat bahwa pemerintahan Muizzu saat ini telah menyebutkan FTA sebagai salah satu janji politik, dan kemungkinan besar petahana akan mencoba mewujudkan implementasinya dengan cara apa pun, terlebih setelah kunjungan presiden baru-baru ini ke China.

Baca Juga: China Mulai Cengkeram Maladewa, India dan AS Hanya Jadi Penonton

Presiden Muizzu mengatakan selama kunjungannya bahwa China tetap menjadi salah satu sekutu terdekat dan mitra pembangunan negaranya.

Dia juga memuji proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) yang diluncurkan Presiden Xi Jinping pada 2014. ”Proyek tersebut mewujudkan proyek infrastruktur paling signifikan yang pernah disaksikan dalam sejarah Maladewa,” katanya.

Lebih lanjut, Muizzu mengatakan bahwa pemerintahannya berkomitmen terhadap implementasi cepat FTA yang ditandatangani dengan China, dan menggambarkannya sebagai simbol hubungan komersial yang erat antar kedua negara.

Ditandatangani pada Desember 2017, FTA dilaksanakan secara terburu-buru di Majelis Maladewa oleh pemerintahan Yameen dan melanggar ketentuan konstitusi karena sebagian besar pemimpin oposisi tidak hadir saat pemungutan suara.

Pemerintahan Solih kemudian menghentikan sementara FTA dengan alasan merugikan kepentingan perekonomian Maladewa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved