7 Dampak Kematian Alexei Navalny bagi Gerakan Oposisi terhadap Presiden Putin
Sabtu, 17 Februari 2024 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Saat berjaga di ibu kota Georgia, Tbilisi, tempat banyak pendukung Navalny mencari perlindungan, ratusan emigran anti-Kremlin mengepung kedutaan Rusia yang tutup di kota itu.
![7 Dampak Kematian Alexei Navalny bagi Gerakan Oposisi terhadap Presiden Putin]()
Foto/Reuters
Anastasia Panchenko, mantan anggota tim Navalny di kota Krasnodar, Rusia selatan, menyeka air matanya ketika dia berbicara tentang pria yang dia harapkan akan menjadi presidennya.
“Kami semua percaya dia kuat, bahwa dia pasti bisa mengatasi (penjara) ini, bahwa kita akan membangun masa depan Rusia yang indah, bahwa dia akan menjadi presiden, bahwa semuanya akan baik-baik saja,” katanya, dilansir Reuters.
Meskipun tingkat dukungannya terhadap Putin jauh lebih rendah dibandingkan Putin, Navalny menawarkan alternatif bagi warga perkotaan dan terpelajar di Rusia selain pemimpin veteran negara itu.
Oposisi Rusia sedang kacau ketika Putin mempersiapkan pemilu pada bulan Maret yang oleh kelompok oposisi disebut sebagai "pengurapan" dan akan mempertahankan kekuasaannya setidaknya hingga tahun 2030.
Putin menghadapi tiga kandidat lain yang menurut aktivis oposisi, akan kalah. Pihak berwenang telah menindak sisa-sisa media independen Rusia.
![7 Dampak Kematian Alexei Navalny bagi Gerakan Oposisi terhadap Presiden Putin]()
Foto/Reuters
Para pejabat Rusia menyebut Navalny sebagai penjahat dan ekstremis yang merupakan boneka CIA, yang menurut mereka ingin menabur kekacauan dalam upaya memecah-belah Rusia dan mencuri sumber dayanya yang sangat besar.
Penentang Putin tersebar di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Mereka yang masih berada di Rusia mungkin berada di penjara atau sangat ketakutan sehingga mereka kebanyakan diam saja.
“Sangat sulit untuk melihat siapa lagi yang akan mengisi peran Navalny, meskipun kontroversial,” kata Keir Giles, konsultan senior Program Rusia dan Eurasia di Chatham House di London, dilansir Reuters.
“Dia telah diperlakukan sebagai tokoh oposisi Rusia, dan tentu saja, Presiden Putin dan pemerintah pusat Rusia telah bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa tidak ada tokoh serupa yang muncul, baik dengan dukungan yang dia miliki di Rusia atau di dalam negeri. popularitas di luar negeri."
“Jadi, tidak, tidak ada kandidat yang jelas untuk menggantikan tokoh sentral tersebut sebagai wakil oposisi Rusia,” kata Giles.
![7 Dampak Kematian Alexei Navalny bagi Gerakan Oposisi terhadap Presiden Putin]()
Foto/Reuters
Navalny mendapat kekaguman dari berbagai oposisi Rusia karena secara sukarela kembali ke Rusia pada tahun 2021 dari Jerman, tempat ia dirawat karena tes laboratorium Barat menunjukkan upaya untuk meracuninya dengan agen saraf.
3. Membangun Harapan bagi Masa Depan Rusia

Foto/Reuters
Anastasia Panchenko, mantan anggota tim Navalny di kota Krasnodar, Rusia selatan, menyeka air matanya ketika dia berbicara tentang pria yang dia harapkan akan menjadi presidennya.
“Kami semua percaya dia kuat, bahwa dia pasti bisa mengatasi (penjara) ini, bahwa kita akan membangun masa depan Rusia yang indah, bahwa dia akan menjadi presiden, bahwa semuanya akan baik-baik saja,” katanya, dilansir Reuters.
4. Mendorong Perlunya Pemimpin Alternatif selain Putin
Meskipun tingkat dukungannya terhadap Putin jauh lebih rendah dibandingkan Putin, Navalny menawarkan alternatif bagi warga perkotaan dan terpelajar di Rusia selain pemimpin veteran negara itu.
Oposisi Rusia sedang kacau ketika Putin mempersiapkan pemilu pada bulan Maret yang oleh kelompok oposisi disebut sebagai "pengurapan" dan akan mempertahankan kekuasaannya setidaknya hingga tahun 2030.
Putin menghadapi tiga kandidat lain yang menurut aktivis oposisi, akan kalah. Pihak berwenang telah menindak sisa-sisa media independen Rusia.
5. Penentang Putin Akan Bersatu

Foto/Reuters
Para pejabat Rusia menyebut Navalny sebagai penjahat dan ekstremis yang merupakan boneka CIA, yang menurut mereka ingin menabur kekacauan dalam upaya memecah-belah Rusia dan mencuri sumber dayanya yang sangat besar.
Penentang Putin tersebar di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Mereka yang masih berada di Rusia mungkin berada di penjara atau sangat ketakutan sehingga mereka kebanyakan diam saja.
“Sangat sulit untuk melihat siapa lagi yang akan mengisi peran Navalny, meskipun kontroversial,” kata Keir Giles, konsultan senior Program Rusia dan Eurasia di Chatham House di London, dilansir Reuters.
“Dia telah diperlakukan sebagai tokoh oposisi Rusia, dan tentu saja, Presiden Putin dan pemerintah pusat Rusia telah bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa tidak ada tokoh serupa yang muncul, baik dengan dukungan yang dia miliki di Rusia atau di dalam negeri. popularitas di luar negeri."
“Jadi, tidak, tidak ada kandidat yang jelas untuk menggantikan tokoh sentral tersebut sebagai wakil oposisi Rusia,” kata Giles.
6. Ancaman Penjara bagi Oposisi Makin Mencuat

Foto/Reuters
Navalny mendapat kekaguman dari berbagai oposisi Rusia karena secara sukarela kembali ke Rusia pada tahun 2021 dari Jerman, tempat ia dirawat karena tes laboratorium Barat menunjukkan upaya untuk meracuninya dengan agen saraf.
Lihat Juga :