9 Motif China Mengakui Pemerintahan Taliban

Kamis, 15 Februari 2024 - 19:19 WIB
loading...
A A A
“Idealnya, Taliban menginginkan hubungan yang kuat dengan kekuatan global utama seperti AS dan Tiongkok, serta kekuatan regional seperti Rusia dan India karena berbagai alasan,” Ibrahim Bahiss, analis International Crisis Group (ICG), mengatakan kepada Al Jazeera .

Karena AS tidak mau mengambil tindakan, China menjadi semakin penting bagi Taliban, katanya.

9. Taliban Tak Mau Terjebak dalam Cengkeraman China

9 Motif China Mengakui Pemerintahan Taliban

Foto/Reuters

Bahiss memperingatkan bahwa hubungan yang lebih erat dengan China dapat “mengakibatkan kerugian” dalam bentuk “jatuh ke dalam cengkeraman China yang membuat negara-negara lain merasa kecewa.

“Tetapi untuk saat ini, kedua belah pihak tampaknya bersedia memainkan permainan itu.”

Namun analis ICG mengatakan bahwa Taliban, meskipun sangat membutuhkan pengakuan, mungkin masih berhati-hati mengenai seberapa besar keterlibatan mereka dengan Beijing.

“Taliban masih berusaha menjaga hubungan mereka dengan China karena mereka tampaknya sadar bahwa semakin mereka tertarik pada Beijing, semakin besar kekuatan regional seperti Rusia dan India yang ragu untuk memperluas hubungan dengan Kabul, sehingga memicu dilema yang sangat besar. keunikan pelanggan asing yang sangat ingin dihindari oleh Taliban,” katanya.

“China, karena alasan yang jelas, telah muncul sebagai pendorong utama penjangkauan dan keterlibatan di kawasan ini dengan Taliban,” tambah Bahiss.

“Namun, semua ini tampaknya telah menciptakan spiral di mana semakin terisolasinya Taliban, semakin mereka beralih ke China untuk menggantikan beban diplomatik yang diberikan AS sebelumnya.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved