Inggris Meminta Israel Berhenti dan Memikirkan Masalah Gaza

Rabu, 14 Februari 2024 - 06:35 WIB
loading...
Inggris Meminta Israel...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Cameron. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Israel harus hati-hati mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan militer lebih lanjut di Rafah, Gaza selatan, yang menampung sekitar satu juta warga sipil Palestina yang mengungsi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Cameron mengungkapkan hal itu tak lama setelah Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan 67 orang di kota Rafah dan menyebabkan puluhan orang terluka, menurut pejabat setempat.

Terletak di dekat perbatasan Mesir, Rafah memiliki populasi sekitar 280.000 orang sebelum permusuhan antara Israel dan Hamas pecah pada Oktober lalu.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya mendesak warga sipil Palestina mengungsi ke kota tersebut ketika pasukan Israel menyerbu bagian utara Gaza.

Berbicara kepada wartawan pada Senin (12/2/2024), Cameron mengatakan, “Inggris sangat prihatin dengan situasi ini dan kami ingin Israel berhenti dan berpikir serius sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.”

“Tidak mungkin melihat bagaimana Anda bisa berperang di antara orang-orang ini,” ujar dia, mengacu pada populasi Rafah yang membengkak.

Dia menyatakan, “Tidak ada tempat bagi mereka untuk pergi.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved