2 Bom Meledak Jelang Pesta Demokrasi di Pakistan

Rabu, 07 Februari 2024 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 12 Profil Partai Politik yang Meramaikan Pemilu Pakistan 2024

Serangan tersebut terjadi ketika partai-partai politik menyelesaikan kampanye mereka di masa tenang yang diamanatkan oleh peraturan pemilu sehari sebelum pemilu.

Mantan perdana menteri Pakistan yang dipenjara, Khan, sebelumnya mendesak para pendukungnya untuk menunggu di luar tempat pemungutan suara setelah memberikan suara mereka, ketika partai-partai politik saingannya mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menandai berakhirnya masa kampanye pemilu.

Setiap pertemuan besar-besaran pendukung Khan di dekat stan dapat meningkatkan ketegangan karena apa yang mereka sebut sebagai tindakan keras yang didukung militer terhadap Khan dan partainya yang membatasi kampanye. Militer membantah campur tangan dalam politik.

“Dorong sebanyak-banyaknya masyarakat untuk memilih, tunggu di TPS…lalu tetap tenang di luar kantor Petugas Pengembalian sampai hasil akhir diumumkan,” kata Khan melalui akunnya di platform media sosial X, disertai dengan surat tak bertanggal. foto yang menggambarkan dia mengenakan pakaian hitam sederhana.

Asal usul gambar tersebut, yang merupakan gambar pertama Khan setelah berbulan-bulan, tidak jelas. Sebelumnya para pendukung Khan telah menyebarkan pesan-pesannya, termasuk melalui pidato audio yang dihasilkan AI, dari catatan yang ia sampaikan melalui pengacaranya selama kunjungan ke penjara.

Calon terdepan dalam pemilu, Nawaz Sharif, memimpin unjuk rasa besar-besaran di kota timur Kasur, bersama saudaranya, mantan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang mencalonkan diri di daerah pemilihan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Trump Murka Google Didenda...
Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!
Rekomendasi
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Mitchell Baker Bersinar...
Mitchell Baker Bersinar di Debut Bersama Timnas Indonesia: Mimpi Saya Jadi Kenyataan
PBNU Minta Jaksa Agung...
PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendur Berantas Korupsi meski Diterpa Kasus Jampidsus
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved