Houthi Kembali Serang Kapal Dagang Inggris di Laut Merah

Jum'at, 02 Februari 2024 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Operasi yang dipimpin AS di Laut Merah untuk melawan blokade Houthi dan serangan di Yaman telah gagal menghentikan operasi tersebut.

Sejak 12 Januari, ketika serangan AS dan Inggris di Yaman dimulai, kelompok Houthi telah menargetkan selusin kapal komersial dan militer di wilayah tersebut.

Blokade Houthi berdampak dramatis terhadap perekonomian negara-negara Barat, dengan hampir setengah lusin perusahaan pelayaran besar termasuk Maersk, CMA CGM dan Hapag-Lloyd menghentikan semua operasi melalui Laut Merah.

Pelabuhan Eilat Israel mengalami penurunan aktivitas sebesar 85% berkat blokade Houthi tersebut.

Terusan Suez di Mesir mengalami penurunan pendapatan transit sebesar miliaran dolar, sementara Qatar, pemasok utama gas alam cair ke Eropa, telah menangguhkan ekspor di tengah krisis ini.

Hal itu menambah kerugian Uni Eropa yang berasal dari penangguhan pengiriman energi oleh BP dan Shell melalui jalur strategis tersebut.

Konsumen di negara-negara Barat diperkirakan akan paling menderita akibat dampak blokade ini, karena mereka akan menghadapi ancaman mulai dari lonjakan inflasi dan harga bahan bakar yang lebih tinggi hingga harga barang-barang impor yang lebih tinggi karena perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi di Laut Merah menimbun persediaan.

Sementara yang lain terpaksa mengambil perjalanan jauh di sekitar Afrika dari Asia ke Eropa dan sebaliknya.

Jarak yang lebih jauh itu menambah biaya bahan bakar jutaan dolar dan waktu berminggu-minggu untuk perjalanan mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved