4 Rencana Busuk Para Pejabat Israel untuk Jalur Gaza
Selasa, 30 Januari 2024 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel Yitzhak Goldknopf menyebut kembalinya permukiman Yahudi di Gaza sebagai “koreksi ketidakadilan historis”.
“Saya akan mendukung hal ini sebagai Menteri Perumahan jika pemerintah memutuskan,” papar dia.
Dia mengklaim, “Tanah Israel sepenuhnya milik rakyat Israel. Menyerahkan tanah Negara Israel tidak hanya tidak mendatangkan keamanan, namun juga menyebabkan pertumpahan darah bagi orang-orang Yahudi.”
Daniella Weiss, mantan wali kota pemukiman Kedumim di Tepi Barat yang diduduki, juga menyerukan agar warga Palestina dibuat kelaparan untuk memaksa mereka meninggalkan Gaza.
“Orang-orang Arab akan pindah… kami tidak memberi mereka makanan, kami tidak memberi apa pun kepada orang-orang Arab, mereka harus pergi. Dunia akan menerima mereka,” ujar dia kepada wartawan di konferensi tersebut.
Selama konferensi tersebut, Ben Gvir menyerukan pendekatan ganda terkait Gaza, yang mencakup mendorong kepergian penduduk saat ini, serta secara bersamaan memfasilitasi dan mendorong masuknya pemukim Israel ke wilayah tersebut.
“Kami akan memulai konflik untuk mencegah ketidakpastian dan ketidakbertujuan lebih lanjut,” ungkap dia.
“Sangat penting untuk merebut kembali dan menegaskan kendali atas wilayah di selatan. Kita juga harus merancang solusi bagi masyarakat yang bermoral, koheren secara rasional, dan menguntungkan,” ujar dia.
Dia mengakhiri dengan mengatakan, “Mendorong emigrasi dari Gaza adalah suatu kebutuhan.”
Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karai, mengulangi komentar Ben Gvir yang mengatakan Israel mempunyai “kewajiban untuk bertindak demi kepentingan kita sendiri…bahkan jika perang ini mengubah migrasi sukarela menjadi situasi yang terpaksa, kita harus menyelesaikan Gaza dengan pasukan keamanan dan pemukim.”
Baca juga: Putin Tegaskan Belarusia Sekarang jadi Kekuatan Nuklir
“Saya akan mendukung hal ini sebagai Menteri Perumahan jika pemerintah memutuskan,” papar dia.
Dia mengklaim, “Tanah Israel sepenuhnya milik rakyat Israel. Menyerahkan tanah Negara Israel tidak hanya tidak mendatangkan keamanan, namun juga menyebabkan pertumpahan darah bagi orang-orang Yahudi.”
3. Jangan Beri Makanan pada Warga Palestina
Daniella Weiss, mantan wali kota pemukiman Kedumim di Tepi Barat yang diduduki, juga menyerukan agar warga Palestina dibuat kelaparan untuk memaksa mereka meninggalkan Gaza.
“Orang-orang Arab akan pindah… kami tidak memberi mereka makanan, kami tidak memberi apa pun kepada orang-orang Arab, mereka harus pergi. Dunia akan menerima mereka,” ujar dia kepada wartawan di konferensi tersebut.
4. Memulai Konflik
Selama konferensi tersebut, Ben Gvir menyerukan pendekatan ganda terkait Gaza, yang mencakup mendorong kepergian penduduk saat ini, serta secara bersamaan memfasilitasi dan mendorong masuknya pemukim Israel ke wilayah tersebut.
“Kami akan memulai konflik untuk mencegah ketidakpastian dan ketidakbertujuan lebih lanjut,” ungkap dia.
“Sangat penting untuk merebut kembali dan menegaskan kendali atas wilayah di selatan. Kita juga harus merancang solusi bagi masyarakat yang bermoral, koheren secara rasional, dan menguntungkan,” ujar dia.
Dia mengakhiri dengan mengatakan, “Mendorong emigrasi dari Gaza adalah suatu kebutuhan.”
Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karai, mengulangi komentar Ben Gvir yang mengatakan Israel mempunyai “kewajiban untuk bertindak demi kepentingan kita sendiri…bahkan jika perang ini mengubah migrasi sukarela menjadi situasi yang terpaksa, kita harus menyelesaikan Gaza dengan pasukan keamanan dan pemukim.”
Baca juga: Putin Tegaskan Belarusia Sekarang jadi Kekuatan Nuklir
(sya)
Lihat Juga :