AS: Rencana Pengerahan Senjata Nuklir ke Inggris Mengalami Kemajuan

Selasa, 30 Januari 2024 - 11:01 WIB
loading...
AS: Rencana Pengerahan...
Dokumen Pentagon sebut rencana pengerahan senjata nuklir Amerika Serikat ke Inggris mengalami kemajuan. Foto/USAF
A A A
LONDON - Sebuah dokumen pemberitahuan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan rencana untuk mengerahkan senjata nuklir Amerika ke pangkalan udara di Suffolk, Inggris, telah mengalami kemajuan.

Kontrak untuk membangun tempat perlindungan guna melindungi pasukan yang akan mempertahankan fasilitas penyimpanan di RAF Lakenheath, Suffolk, telah diberikan.

Dokumen Departemen Pertahanan Amerika menyatakan bahwa pekerjaan tersebut merupakan persiapan untuk “misi nuklir mendatang” pangkalan tersebut.

Mengutip laporan BBC, Selasa (30/1/2024), Angkatan Udara AS (USAF) belum menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga: Balas AS, Rusia Didesak Kerahkan Senjata Nuklir ke Kuba

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan ada kesepakatan lama di antara mitra NATO untuk tidak mengomentari lokasi senjata nuklir.

Pada bulan Maret 2023, sebuah dokumen dari Kantor Wakil Menteri Pertahanan AS mengungkapkan bahwa anggaran USD50 juta telah dialokasikan untuk membangun fasilitas yang dikenal sebagai "Surety Dormitory [Asrama Penjamin]" di RAF Lakenheath.

Frasa ini dipahami merujuk pada penyimpanan senjata nuklir.

Bulan September berikutnya, pemberitahuan pemberian kontrak pemerintah AS diterbitkan yang menunjukkan bagaimana anggaran USD924.000 akan dibelanjakan untuk membangun fasilitas penjagaan yang dikenal sebagai "tempat perlindungan keamanan balistik yang diperkeras".

Sebanyak 22 kabin bermanuver tahan ledakan sedang dibangun dengan lembaran logam antipeluru yang dilas ke rangkanya untuk melindungi aset bernilai tinggi dari pasukan pertahanan RAF Lakenheath; Skuadron Pasukan Keamanan ke-48 (48 SFS).

Spesifikasi jendelanya termasuk kaca yang tahan terhadap benturan senapan kaliber .30.

Kontraktor yang ditunjuk untuk pekerjaan tersebut adalah perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab, Specialist Solutions LLC.

Rencana pengerahan senjata nuklir AS ke Inggris pertama kali terungkap di surat kabar The Telegraph.

Itu akan menjadi pertama kalinya dalam lebih dari 15 tahun senjata nuklir Amerika dikerahkan di wilayah Inggris.

Pada 2008, BBC melaporkan bahwa senjata tersebut telah dipindahkan dari RAF Lakenheath, yang menampung 4.000 personel militer dan lebih dari 1.500 warga sipil Inggris dan AS.

Pangkalan tersebut saat ini menjadi rumah bagi Sayap Tempur ke-48 USAF, satu-satunya unit di Eropa yang mengoperasikan pesawat tempur F-15E Eagle dan F-35A Lighting II.

Laporan dari AS menunjukkan bahwa F-35A yang lebih baru telah diuji terbang menggunakan varian terbaru bom termonuklir B61-12, yang membuka jalan bagi pesawat tersebut untuk mulai membawa senjata tersebut.

Menurut publikasi pertahanan; Janes, B61-12 mampu menghasilkan daya ledak hingga 340 kiloton, atau lebih dari dua puluh kali kekuatan bom Hiroshima.

Sekretaris Jenderal Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir, Kate Hudson, mengatakan: "Dokumen-dokumen ini menyoroti dengan jelas bahwa 'misi nuklir yang akan datang' akan ditempatkan di RAF Lakenheath—membenarkan apa yang telah kami duga sejak November 2022—bahwa senjata nuklir AS akan kembali ke Inggris."

“Sangat memalukan bahwa pemerintah AS dan Inggris terus menganggap masyarakat bodoh mengenai masalah serius ini—menolak memberi informasi penting tentang keamanan kami,” imbuh dia.

Hudson mengeklaim hal itu meningkatkan bahaya. "Dan menjadikan kami target nuklir," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved