Pertarungan Kekuasaan, Eks Presiden Iran Rouhani Dilarang Ikut Pemilihan Penting
Jum'at, 26 Januari 2024 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan ini sejalan dengan pandangan beberapa aktivis reformis yang berpendapat diskualifikasi Rouhani berasal dari kegelisahan kaum konservatif atas potensi tindakannya “di masa depan”.
Pengecualian terhadap Rouhani tampaknya merupakan langkah pencegahan yang dilakukan para pemimpin negara untuk mengamankan cengkeraman mereka dalam transisi kepemimpinan.
Sementara itu, Presiden Ebrahim Raisi, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli, diperkirakan menjadi salah satu calon ketua utama.
Namun, seorang mantan editor senior konservatif, yang tidak ingin namanya disebutkan, menganggap Raisi hanya sebagai "orang-orangan sawah", yang diposisikan secara strategis oleh kekuatan berpengaruh lainnya di dalam pemerintahan.
Peran Raisi, menurut editor itu, adalah mengalihkan perhatian sementara pesaing sebenarnya bermanuver di belakang layar.
“Raisi tidak cukup kompeten untuk menjadi pemimpin. Saya kira mereka yang mengira dia akan menjadi pemimpin adalah orang-orang yang tertipu,” ujar dia.
Desember lalu, seorang mantan pejabat konservatif mengatakan kepada MEE, “Perlombaan untuk mendapatkan pengganti Khamenei telah dimulai dan sangat panas, dan apa pun yang Anda lihat di Iran dalam dua tahun terakhir, dan seterusnya, harus dianalisis dalam konteks perjuangan dan perebutan kursi Khamenei.”
Menjelang pemilu tanggal 1 Maret, dinamika dalam institusi politik Iran kemungkinan akan mengalami liku-liku lebih lanjut, yang membentuk jalur suksesi kepemimpinan di Teheran.
Baca juga: Rudal Pembunuh 21 Tentara Israel di Gaza Hasil Produksi Lokal Hamas
Raisi Hanya 'Orang-orangan Sawah'
Pengecualian terhadap Rouhani tampaknya merupakan langkah pencegahan yang dilakukan para pemimpin negara untuk mengamankan cengkeraman mereka dalam transisi kepemimpinan.
Sementara itu, Presiden Ebrahim Raisi, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli, diperkirakan menjadi salah satu calon ketua utama.
Namun, seorang mantan editor senior konservatif, yang tidak ingin namanya disebutkan, menganggap Raisi hanya sebagai "orang-orangan sawah", yang diposisikan secara strategis oleh kekuatan berpengaruh lainnya di dalam pemerintahan.
Peran Raisi, menurut editor itu, adalah mengalihkan perhatian sementara pesaing sebenarnya bermanuver di belakang layar.
“Raisi tidak cukup kompeten untuk menjadi pemimpin. Saya kira mereka yang mengira dia akan menjadi pemimpin adalah orang-orang yang tertipu,” ujar dia.
Desember lalu, seorang mantan pejabat konservatif mengatakan kepada MEE, “Perlombaan untuk mendapatkan pengganti Khamenei telah dimulai dan sangat panas, dan apa pun yang Anda lihat di Iran dalam dua tahun terakhir, dan seterusnya, harus dianalisis dalam konteks perjuangan dan perebutan kursi Khamenei.”
Menjelang pemilu tanggal 1 Maret, dinamika dalam institusi politik Iran kemungkinan akan mengalami liku-liku lebih lanjut, yang membentuk jalur suksesi kepemimpinan di Teheran.
Baca juga: Rudal Pembunuh 21 Tentara Israel di Gaza Hasil Produksi Lokal Hamas
(sya)
Lihat Juga :