Pertarungan Kekuasaan, Eks Presiden Iran Rouhani Dilarang Ikut Pemilihan Penting

Jum'at, 26 Januari 2024 - 18:45 WIB
loading...
Pertarungan Kekuasaan,...
Presiden Iran Hassan Rouhani saat masih menjabat, bertemu Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Lanskap politik Iran sedang mengalami pergolakan yang signifikan ketika mantan Presiden Hassan Rouhani, bersama kandidat moderat lainnya, secara tak terduga didiskualifikasi dari pemilihan Majelis Ahli mendatang.

Majelis Ahli yang terdiri dari 88 pakar hukum dan ulama Islam, mempunyai tanggung jawab penting mengawasi kinerja pemimpin tertinggi, dan memainkan peran penting dalam memilih penggantinya.

Pemilihan, yang dijadwalkan pada tanggal 1 Maret, telah menjadi medan pertempuran tersembunyi untuk memilih orang yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei untuk menjadi otoritas politik dan agama paling kuat di Republik Islam Iran.

Dewan Wali, yang bertanggung jawab memeriksa para kandidat Majelis Ahli, tidak hanya menolak Rouhani tetapi juga tokoh-tokoh moderat terkemuka lainnya, termasuk mantan Menteri Intelijen Mahmoud Alavi.

Bahkan Mostafa Pourmohammadi, tokoh konservatif yang beralih ke sikap lebih moderat, juga dikabarkan didiskualifikasi.

Dewan Wali, yang anggotanya dipilih secara langsung dan tidak langsung oleh pemimpin tertinggi, mempunyai pengaruh yang signifikan dalam membentuk komposisi Majelis Ahli.

Pengecualian yang mengejutkan terhadap Rouhani dan kelompok moderat lainnya menunjukkan kerasnya perebutan kekuasaan internal dalam lembaga politik yang dapat menentukan masa depan Iran.

Rouhani mengecam keputusan Dewan Wali tersebut sebagai “bias politik”. “Mengapa Anda tidak menceritakan alasan diskualifikasi saya kepada orang-orang?” tanya dia.

“Ketika beberapa kandidat ditolak karena mendukung Rouhani dalam dua pemilu sebelumnya, bisa diasumsikan bahwa mereka juga akan menolak saya,” papar dia.

Jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam pemilu mendatang diperkirakan rendah, yang menurut Rouhani, akan menguntungkan kelompok konservatif yang berkuasa.

“Tidak diragukan lagi, kelompok minoritas yang berkuasa secara terang-terangan berusaha mengurangi partisipasi masyarakat dalam pemilu…berniat mendikte nasib rakyat melalui keputusan mereka,” tegas dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar,...
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar, Amanda Manopo Ngaku Diguna-guna oleh Mantan Karyawannya
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved