Pertarungan Kekuasaan, Eks Presiden Iran Rouhani Dilarang Ikut Pemilihan Penting

Jum'at, 26 Januari 2024 - 18:45 WIB
loading...
A A A
“Anda bukanlah pemilik revolusi dan negara. Kami sedih dengan kenyataan bahwa revolusi ini disia-siakan seperti ini,” ungkap Rouhani.

Putra Khamenei


Berbicara kepada Middle East Eye tanpa mau disebutkan namanya, orang dalam dari kelompok mapan itu mengatakan bahwa "tanpa keraguan" perintah untuk menolak Rouhani datang langsung dari kantor pemimpin tertinggi, menyoroti upaya Khamenei menjaga pertemuan tersebut tetap berada di lingkarannya sendiri bahkan setelah kematiannya.

“Kisah dan perjuangan adalah mengenai penerus pemimpin, dan putra pemimpin, Mostafa dan Mojtaba, tentu saja merupakan pesaing utama,” ungkap sumber itu.

Seorang mantan pejabat Iran mengatakan kepada MEE bahwa Mojtaba, meskipun pengaruhnya sebelumnya meningkat, kekuasaannya telah berkurang selama beberapa tahun terakhir ketika ayahnya mengetahui beberapa "aktivitasnya", tanpa menjelaskan lebih lanjut apa saja aktivitasnya.

Sumber tersebut mengatakan meskipun Khamenei mungkin tidak tertarik pada putra-putranya untuk menggantikannya, atau untuk “mengubah Republik Islam menjadi suatu monarki”, kedua putranya tetap memiliki sekutu yang kuat.

Persaingan untuk mendapatkan pemimpin tertinggi Iran berikutnya merupakan interaksi kompleks yang melibatkan berbagai tokoh politik, yang masing-masing bersaing mendapatkan pengaruh dan kendali.

Diskualifikasi Rouhani, yang pernah menjadi presiden dua kali, tidak diragukan lagi telah memicu spekulasi mengenai motif di balik tindakan tersebut.

Orang dalam tersebut berpendapat para pemimpin negara khawatir terhadap tokoh-tokoh seperti Rouhani, yang berpotensi menggagalkan rencana mereka ketika momen penting tiba untuk memilih pengganti Khamenei.

Sumber tersebut, yang mengetahui banyak kejadian di balik layar, mengatakan strategi ini mencerminkan upaya-upaya di masa lalu untuk mempengaruhi komposisi Majelis Ahli.

Delapan tahun yang lalu, Ayatollah Akbar Hashemi Rafsanjani mencoba membawa Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam, ke dalam majelis, namun rencananya gagal ketika Dewan Wali mendiskualifikasi dia.

Javad Karimi Ghoddouci, anggota parlemen Iran, berpendapat Rouhani memiliki "kemampuan dan kemauan" untuk mempengaruhi jalannya suksesi kepemimpinan ketika waktunya tepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved