Buntut Ledakan Beirut, Demonstran Serukan Presiden Lebanon Lengser
Rabu, 12 Agustus 2020 - 03:32 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa presiden dan perdana menteri telah diperingatkan pada bulan Juli tentang gudang amonium nitrat, menurut dokumen dan sumber keamanan senior. (Baca: Pemimpin Lebanon Sudah Diperingatkan Momok 2.750 Ton Amonium Nitrat sejak Juli )
"Janji saya untuk semua orang Lebanon yang terluka adalah bahwa saya tidak akan beristirahat sampai semua fakta diketahui," kata Presiden Lebanon Michel Aoun, yang telah berjanji untuk melakukan penyelidikan yang cepat dan transparan, dalam tweetnya.
Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri kabinetnya pada awal pekan ini. Ia menyalahkan korupsi endemik atas ledakan terbesar dalam sejarah Beirut dan memperparah krisis keuangan mendalam yang telah merusak mata uang, melumpuhkan sistem perbankan dan mmebuat harga melonjak.
“Saya katakan sebelumnya bahwa korupsi berakar di setiap titik negara tetapi saya telah menemukan bahwa korupsi lebih besar dari negara,” katanya, menyalahkan elit politik yang menghalangi reformasi. (Baca: Lebanon Kian Genting, Diab Mundur dari Kursi PM )
Pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional terhenti di tengah perselisihan antara pemerintah, bank dan politisi mengenai skala kerugian finansial yang besar.
Bagi banyak warga Lebanon, ledakan itu adalah pukulan terakhir dalam krisis berkepanjangan atas keruntuhan ekonomi, korupsi, pemborosan, dan pemerintahan yang disfungsional.
Ledakan itu meninggalkan kawah lebih dari 100 meter di dermaga sembilan, duta besar Prancis mengatakan di Twitter menyusul kunjungan ilmuwan forensik Prancis ke situs tersebut yang mendukung penyelidikan atas bencana tersebut.
"Janji saya untuk semua orang Lebanon yang terluka adalah bahwa saya tidak akan beristirahat sampai semua fakta diketahui," kata Presiden Lebanon Michel Aoun, yang telah berjanji untuk melakukan penyelidikan yang cepat dan transparan, dalam tweetnya.
Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri kabinetnya pada awal pekan ini. Ia menyalahkan korupsi endemik atas ledakan terbesar dalam sejarah Beirut dan memperparah krisis keuangan mendalam yang telah merusak mata uang, melumpuhkan sistem perbankan dan mmebuat harga melonjak.
“Saya katakan sebelumnya bahwa korupsi berakar di setiap titik negara tetapi saya telah menemukan bahwa korupsi lebih besar dari negara,” katanya, menyalahkan elit politik yang menghalangi reformasi. (Baca: Lebanon Kian Genting, Diab Mundur dari Kursi PM )
Pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional terhenti di tengah perselisihan antara pemerintah, bank dan politisi mengenai skala kerugian finansial yang besar.
Bagi banyak warga Lebanon, ledakan itu adalah pukulan terakhir dalam krisis berkepanjangan atas keruntuhan ekonomi, korupsi, pemborosan, dan pemerintahan yang disfungsional.
Ledakan itu meninggalkan kawah lebih dari 100 meter di dermaga sembilan, duta besar Prancis mengatakan di Twitter menyusul kunjungan ilmuwan forensik Prancis ke situs tersebut yang mendukung penyelidikan atas bencana tersebut.
Lihat Juga :