Buntut Ledakan Beirut, Demonstran Serukan Presiden Lebanon Lengser

Rabu, 12 Agustus 2020 - 03:32 WIB
loading...
A A A
Pelabuhan Beirut mencerminkan sistem kekuasaan sektarian di mana politisi yang sama mendominasi negara itu sejak perang saudara 1975-90. Setiap faksi memiliki kuota direktur di pelabuhan, jalur perdagangan utama negara.

"Untunglah pemerintah mengundurkan diri. Tapi kami membutuhkan darah baru atau tidak akan berhasil," kata pengrajin perak Avedis Anserlianin di depan tokonya yang telah dibongkar.

Diab membentuk pemerintahannya pada Januari dengan dukungan dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran dan sekutunya, lebih dari dua bulan setelah Saad Hariri, yang menikmati dukungan dari negara-negara Barat dan Teluk, mundur sebagai perdana menteri di tengah protes anti-pemerintah terhadap korupsi dan salah urus.

Presiden Lebanon Michel Aoun diharuskan untuk berkonsultasi dengan blok parlemen tentang siapa yang harus menjadi perdana menteri berikutnya, dan diwajibkan untuk menunjuk kandidat dengan dukungan paling banyak. Kepresidenan belum mengatakan kapan konsultasi resmi akan dilakukan.

Membentuk pemerintahan di tengah perpecahan faksi merupakan hal yang menakutkan di masa lalu, tetapi sekarang bisa terbukti sangat sulit untuk menemukan seseorang yang bersedia menjadi perdana menteri.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia Tarik Jarasevic mengatakan delapan tim medis internasional berada di lapangan untuk mendukung fasilitas kesehatan yang kewalahan, di bawah tekanan bahkan sebelum ledakan akibat krisis keuangan dan lonjakan kasus Covid-19 .

Para pejabat mengatakan ledakan itu bisa menyebabkan kerugian USD15 miliar, tagihan yang tidak bisa dibayar Lebanon.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved