Hizbullah Ancam Israel jika Konflik di Perbatasan Lebanon Memanas

Sabtu, 20 Januari 2024 - 14:44 WIB
loading...
Hizbullah Ancam Israel...
Hizbullah mengancam tentara Israel jika konflik terus berlanjut. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah memperingatkan Israel bahwa mereka akan menerima “tamparan nyata” jika mereka meningkatkan pertempuran di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

Naim Qassem, wakil pemimpin Hizbullah, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa stabilitas tidak akan kembali ke perbatasan kecuali Israel mengakhiri “agresinya” di Gaza.

“Musuh harus tahu bahwa partainya sudah siap, bahwa kita bersiap berdasarkan prinsip bahwa agresi tanpa akhir bisa terjadi, sama seperti keinginan kita untuk melawan agresi yang tidak terbatas,” kata Qassem, dilansir Al Jazeera.

Pernyataan tersebut muncul setelah The Washington Post, mengutip seorang diplomat Barat yang tidak disebutkan namanya dan tiga pejabat Lebanon yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Israel menargetkan akhir Januari untuk meningkatkan konfliknya dengan Hizbullah.

Israel telah berulang kali membombardir desa-desa perbatasan, dan kekerasan tersebut menewaskan lebih dari 195 orang di Lebanon, termasuk sedikitnya 142 pejuang Hizbullah.

Baca Juga: 5 Ketakutan AS dalam Perang Melawan Houthi

Di pihak Israel, 15 orang tewas, sembilan di antaranya adalah tentara dan enam warga sipil, menurut tentara Israel.

Pernyataannya muncul setelah serangan udara Israel menghancurkan total setidaknya tiga rumah di Lebanon selatan pada Jumat.

Kantor berita resmi Lebanon NNA dan walikota komunitas perbatasan yang terkena dampak, melaporkan empat rumah menjadi sasaran "sejak pagi ini oleh angkatan udara Israel di Kfar Kila", sebuah desa dekat perbatasan Israel-Lebanon, sementara tiga rumah "hancur total".

"Rumah kelima juga menjadi sasaran tembakan artileri," kata NNA.

Tentara Israel mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya telah “melakukan serangan udara dan melancarkan tembakan artileri dan tank terhadap pos pengamatan Hizbullah dan infrastruktur teroris” di sektor Kfar Kila.

“Ada sekitar 100 warga yang tersisa di Kfar Kila, namun secara kebetulan, ketika pemboman terjadi, rumah-rumah yang hancur dalam keadaan kosong,” kata Wali Kota desa tersebut, Hassan Chite.

Pada Jumat sore, Hizbullah mengklaim tiga serangan, termasuk dua serangan terhadap “penempatan tentara musuh Israel” di perbatasan, termasuk penggunaan rudal Burkan, yang dapat membawa muatan bahan peledak dalam jumlah besar.

"Israel tidak siap berperang melawan apa yang telah dipersiapkan oleh perlawanan Islam di Lebanon,” kata Mohamed Raad, ketua blok parlemen Hizbullah.

Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan kepada tentara pada hari Jumat bahwa Israel siap untuk “mencapai keamanan dengan kekerasan” di perbatasan utaranya dengan Lebanon.

“Selama perang berlanjut di selatan, akan terjadi perang di utara. Namun kami tidak akan menerima situasi ini untuk waktu yang lama,” ujarnya.

“Akan ada saatnya jika kita tidak mencapai kesepakatan di mana Hizbullah menghormati hak warga untuk tinggal di sini dengan aman – kita harus mencapai keamanan dengan kekerasan.”

Pada hari Rabu, panglima militer Israel Herzi Halevi mengatakan kemungkinan perang antara Israel dan Hizbullah “dalam beberapa bulan mendatang jauh lebih tinggi dibandingkan di masa lalu”.

Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan "konfrontasi total" antara keduanya akan menjadi "bencana total".

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Israel Serang Markas...
Israel Serang Markas Komando Hizbullah, Targetkan Lokasi Penyimpanan Senjata
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved