Inggris Larang Hizbut Tahrir, akan Dimasukkan Kelompok Teroris

Jum'at, 19 Januari 2024 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Larangan tersebut didukung Partai Nasional Skotlandia dan Demokrat Liberal. Baik partai maupun anggota parlemen dari Partai Konservatif juga meminta pemerintah melarang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Menanggapi seruan tersebut, Tugendhat mengatakan, “Kenyataannya adalah apa yang kita lihat adalah pola kekerasan yang telah menyebar di Teheran selama beberapa dekade.”

Namun dia menambahkan, "Saya salah jika mengomentari opsi pelarangan yang mungkin kita simpan sebagai cadangan."

Hizbut Tahrir mendapat kecaman karena mengadakan demonstrasi mengenai perang di Gaza, sering kali di sela-sela protes massal yang terpisah di London yang menyerukan gencatan senjata.

Mereka juga mengorganisir demonstrasi di luar kedutaan beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Mesir dan Turki.

Tak lama setelah Israel berperang di Gaza, kelompok tersebut meminta tentara di negara-negara Muslim untuk “mengusir penjajah Zionis”.

Pada bulan Oktober, Kepolisian Metropolitan mengatakan mereka telah meninjau rekaman seorang pria yang meneriakkan “Jihad, jihad” selama demonstrasi Hizbut Tahrir, namun menilai tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

Tugendhat menambahkan perintah pelarangan tersebut sekarang berarti siapa pun yang terbukti mendukung Hizbut Tahrir dapat menghadapi hukuman hingga 14 tahun penjara.

Tanda Putus Asa


Di situsnya bulan lalu, Hizbut Tahrir mengatakan seruan melarang organisasi tersebut di Inggris adalah “tanda keputusasaan”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved