Inggris Larang Hizbut Tahrir, akan Dimasukkan Kelompok Teroris

Jum'at, 19 Januari 2024 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron mencoba melarang kelompok tersebut ketika dia masih berkuasa, namun disarankan mundur oleh pengawas undang-undang kontraterorisme Inggris.

Kelompok tersebut, yang namanya diterjemahkan sebagai Partai Pembebasan Islam, didirikan di Yerusalem pada tahun 1953 dan mengatakan mereka menggunakan cara-cara non-kekerasan untuk mencapai tujuan kekhalifahan di wilayah Muslim.

Hizbut Tahrir mengatakan mereka “sepenuhnya menyangkal gagasan bahwa mereka anti-semit atau mendorong terorisme”.

“Hizbut Tahrir mempunyai rekam jejak selama lebih dari 70 tahun dalam mengikuti metode aktivitas politik tanpa kekerasan melawan penguasa lalim yang memerintah dunia Muslim dengan persetujuan Barat. Dalam upayanya menegakkan Khilafah Islam, Hizbut Tahrir tidak pernah melakukan kekerasan atau perjuangan bersenjata apa pun,” papar pernyataan Hizbut Tahrir.

“Hizbut Tahrir Inggris secara eksplisit menyatakan mereka akan menentang usulan pelarangan tersebut dengan menggunakan semua cara hukum yang ada,” tegas kelompok tersebut.

Mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan Craig Murray, yang pernah menjadi bagian dari tinjauan formal yang mempertimbangkan pelarangan kelompok tersebut, menyebut keputusan pemerintah tersebut "konyol".

Dia menunjukkan Inggris telah menyelidiki kelompok ini selama 25 tahun dan "kesimpulannya adalah bahwa (Hizbut Tahrir) memiliki filosofi non-kekerasan dan oleh karena itu tidak boleh dilarang".

Hizbut Tahrir, juga dikenal sebagai HT, dilarang di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, namun aktif di banyak negara lain, termasuk Kuwait, Tunisia, Lebanon, India, Kenya, Australia, dan Amerika Serikat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved